Pemerintah Serap Rp22 Triliun dari Lelang Tujuh Seri SUN

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 00:40 WIB
Pemerintah menyerap dana Rp22 triliun dari lelang tujuh seri SUN dari total penawaran masuk Rp72,78 triliun. Pemerintah menyerap dana Rp22 triliun dari lelang tujuh seri SUN dari total penawaran masuk Rp72,78 triliun. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah menyerap dana Rp22 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) dari total penawaran masuk Rp72,78 triliun. Sebagian dana tersebut bakal digunakan untuk memenuhi pembiayaan APBN.

Melalui keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Selasa (28/7), lelang SUN melampaui target indikatif yang ditetapkan, yakni Rp20 triliun.

Untuk seri SPN03201029, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp280 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,48 persen. Penawaran untuk surat utang yang jatuh tempo pada 1 Juli 2021 ini mencapai Rp800 miliar.


Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 3,43 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 3,5 persen.

Untuk seri SPN12210429, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,74 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 29 April 2021 ini mencapai Rp3,44 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 3,7 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 4 persen.

Untuk seri FR0081, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp7,22 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,944 persen. Penawaran untuk surat utang yang jatuh tempo pada 15 Juni 2025 ini mencapai Rp17,47 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 6,5 persen ini mencapai 5,93 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,1 persen.

Untuk seri FR0082, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp4,75 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,81 persen. Penawaran untuk surat utang yang jatuh tempo pada 15 September 2030 ini mencapai Rp21,35 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 6,79 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,95 persen.

Untuk seri FR0080, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3,45 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,28 persen. Penawaran untuk surat utang yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035 ini mencapai Rp10,28 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 7,26 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,43 persen.

Untuk seri FR0083, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,6 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,40 persen. Penawaran untuk surat utang yang jatuh tempo pada 15 April 2040 ini mencapai Rp8,09 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 7,38 persen dengan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,5 persen.

Untuk seri FR0076, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,7 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,45 persen. Penawaran untuk surat utang yang jatuh tempo pada 15 Mei 2048 ini mencapai Rp11,32 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,375 persen ini mencapai 7,42 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,6 persen.

Sebelumnya, dalam lelang tujuh seri SUN pada Selasa (14/7), pemerintah juga menyerap dana sebesar Rp22 triliun dari penawaran masuk mencapai Rp61,16 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(agt)