LPS Bubarkan 103 Bank Bermasalah Sejak Beroperasi pada 2005

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 17:06 WIB
LPS mengaku telah menutup 103 bank sejak 2005 hingga saat ini, terdiri dari satu bank umum dan 102 BPR. LPS mengaku telah menutup 103 bank sejak 2005 hingga saat ini, terdiri dari satu bank umum dan 102 BPR. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/ho).
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengatakan telah melikuidasi atau menutup 103 bank sejak September 2005 hingga saat ini. Bank yang dilikuidasi itu terdiri dari satu bank umum dan 102 Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Direktur Eksekutif Klaim dan Restitusi Bank LPS Suwandi mengatakan ada tujuh sampai delapan bank yang ditutup setiap tahunnya. Artinya, LPS mengurus bank bermasalah setiap dua bulan sekali.

"Sejak LPS beroperasi September 2005 sampai saat ini kami sudah menutup 103 bank. Berarti, tujuh sampai delapan bank setiap tahun atau hampir dua bulan sekali kami mendapatkan pasien BPR atau BPRS yang gagal," ungkap Suwandi dalam video conference, Selasa (4/8).


LPS mencatat terdapat 1.810 BPR per Mei 2020. Namun, setiap dua bulan sekali selalu ada BPR yang dilikuidasi dan penambahan BPR baru yang bermasalah.

"Kemudian, LPS melakukan analisis menyelamatkan atau tidak. Semua keputusan tidak menyelamatkan ini jauh lebih murah dibandingkan menyelamatkan," terang Suwandi.

Suwandi mengungkapkan permasalahan BPR hampir terjadi di seluruh daerah. Namun, mayoritas berada di Jawa Barat dan Sumatra Barat.

"Dari Aceh sampai Papua ada BPR yang jatuh dan gagal. Di Jawa Barat ada 36 perusahaan dan Sumatra Barat 15 perusahaan. Itu dua besarnya," jelas Suwandi.

Ia menambahkan permasalahan mayoritas BPR sama, yakni manajemen tak bisa menjaga tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG). LPS melihat seringkali terjadi penipuan (fraud) di BPR.

"Fraud itu jadi faktor kegagalan BPR, mau tidak mau benahi tata kelola," pungkas Suwandi.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)