Total Penjaminan Kredit UMKM Capai Rp607,8 Miliar

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 08:21 WIB
Askrindo dan Jamkrindo mengklaim merealisasikan penjaminan kredit Rp607,8 miliar kepada 1.157 debitur per 30 Juli 2020. Askrindo dan Jamkrindo mengklaim merealisasikan penjaminan kredit Rp607,8 miliar kepada 1.157 debitur per 30 Juli 2020. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Christine N Nababan).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Askrindo (Persero) dan PT Jamkrindo (Persero) telah merealisasikan penjaminan kredit untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar Rp607,8 miliar. Jumlah penjaminan kredit itu terdiri dari 1.157 debitur per 30 Juli 2020.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan program penjaminan kredit itu merupakan salah satu cara membantu perbankan untuk memitigasi risiko kredit di masa pandemi covid-19.

Kartika melanjutkan, hingga saat ini pipeline pengajuan penjaminan kredit mencapai Rp42,9 triliun. Sementara, permohonan penjaminan kredit yang masuk mencapai Rp726,8 miliar.


Meski yang direalisasikan terbilang minim, namun program penjaminan kredit terbukti dibutuhkan oleh perbankan.

"Pipeline ini memberikan keyakinan, dan kalau kita lihat pipeline-nya bukan hanya bank pemerintah tapi juga bank swasta sudah mulai masuk," tutur Kartika.

Karena itu, ia mendorong bank swasta agar lebih aktif lagi mengakses program jaminan pembiayaan tersebut. Sebab, menurutnya program tersebut akan memudahkan perbankan dalam penyaluran kredit kepada UMKM.

"80 persen Imbal Jasa Penjaminan (IJP) pun dibayar pemerintah. Beberapa bank yang sudah terbiasa dengan KUR langsung masuk program ini dan sudah online dengan Askrindo dan Jamkrindo, namun banyak juga bank swasta yang memang masih belum punya PKS dengan Askrindo dan Jamkrindo," imbuhnya,

Selain penjaminan kredit, Kartika juga menyampaikan empat bank BUMN (Himbara) tercatat telah menyalurkan kredit senilai Rp43,5 triliun atau145 persen dari dana yang ditempatkan pemerintah senilai Rp30 triliun.
 
Dengan capaian tersebut, ia optimistis target penyaluran kredit hingga tiga kali lipat dari nilai penempatan dana atau setara Rp90 triliun dapat dicapai di akhir kuartal III 2020 mendatang.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/bir)