Sri Mulyani Ragu Vaksin Corona Langsung Pulihkan Ekonomi

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 06:53 WIB
Menkeu Sri Mulyani ragu temuan vaksin corona akan langsung berdampak positif ke pemulihan ekonomi karena butuh waktu untuk merasakan dampaknya. Sri Mulyani mengatakan penemuan vaksin corona tak serta merta mempercepat pemulihan ekonomi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penemuan vaksin covid-19 tak serta merta mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Pasalnya butuh waktu lama sampai kebutuhan vaksin untuk seluruh masyarakat Indonesia tercukupi.

Selama masa produksi tersebut, masyarakat masih harus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat untuk meminimalisir terjadinya penularan.

"Meski muncul harapan dan pembahasan tentang penemuan vaksin, namun akan membutuhkan waktu lebih lama bagi tiap negara untuk dapat mengatasi covid-19 yang sejalan dengan tujuan untuk memulihkan perekonomian," ujarnya dalam webinar bertajuk Maintaining Financial System Resilience to The covid-19 Black Swan yang digelar IDIC, Rabu (16/9).


Ia juga menyampaikan meski koreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik ketimbang negara-negara lain di Asia, bukan berarti pemerintah sudah dalam kondisi aman dari krisis.

Apalagi tanda-tanda pemulihan ekonomi yang muncul sejak Juli lalu seperti membaiknya Purchasing Managers Index (PMI) dan meningkatnya mobilitas masyarakat tak cukup kuat untuk mempercepat pemulihan di kuartal III.

"Masih terlalu dini untuk memperkirakan pemulihan ketika kita masih berjibaku dengan covid-19," imbuhnya.

Ia sebelumnya memang memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2020 terkontraksi lebih dalam dari prediksi batas bawah (lower end) karena PSBB DKI.

[Gambas:Video CNN]

"Estimasi kami untuk pertumbuhan ekonomi 2020 di kuartal III seperti yang sudah saya sampaikan di DPR beberapa kali, di kisaran 0,0 persen hingga minus 2,1," tuturnya.

Prediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal IV juga belum berubah di kisaran 0,4 persen sampai 3,1 persen. Secara tahunan, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran minus 1,1 persen hingga 0,2 persen.

"Secara total 2020, proyeksi kami masih di kisaran minus 1,1 persen hingga 0,2 persen. Namun, mungkin tone-nya kami melihat dalam kisaran ini karena seperti yang terjadi di DKI Jakarta kami harus persiapkan kemungkinan kita berada di lower end," tandasnya.

(hrf/agt)