Merger Bank Syariah Himbara Bisa Lahirkan Bank BUKU IV

CNN Indonesia | Jumat, 09/10/2020 08:36 WIB
OJK meyakini rencana Kementerian BUMN menggabungkan bank syariah BUMN bisa membentuk bank syariah kategori BUKU IV dengan modal inti di atas Rp30 triliun. OJK meyakini rencana Kementerian BUMN menggabungkan bank syariah BUMN bisa membentuk bank syariah kategori BUKU IV dengan modal inti di atas Rp30 triliun.(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini rencana Kementerian BUMN menggabungkan (merger) bank syariah pelat merah bisa membentuk bank syariah kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV dengan modal inti di atas Rp30 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan upaya tersebut bisa mendorong bank syariah di Indonesia lebih kompetitif melalui sinergi.

"Upaya Kementerian BUMN untuk merealisasikan penggabungan bank syariah Himbara, untuk mendorong terwujudnya bank syariah yang kuat patut mendapatkan apresiasi. Melalui penggabungan dimaksud, harapan untuk memiliki bank syariah BUKU IV dengan modal minimal Rp30 triliun akan sangat terbuka," ujarnya dalam High Level Seminar on Waqaf, Kamis (8/10).


Menurutnya, industri perbankan syariah masih memiliki sejumlah tantangan. Meliputi, bank syariah belum memiliki diferensiasi produk, belum memiliki keunikan model bisnis, masih kurang optimal dari sisi SDM dan teknologi informasi, dan masih rendahnya tingkat literasi dan inklusi.

"Ke depan kami akan mendorong bank syariah untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, sehingga diharapkan akan memiliki image baru sebagai perbankan syariah yang memiliki daya saing tinggi sekaligus memberikan dampak bagi pembangunan ekonomi sosial," tuturnya.

Oleh sebab itu, ia mengatakan arah pengembangan bank syariah ke depannya fokus pada penguatan bank syariah dari sisi permodalan, digitalisasi, dan keunikan produk. Selain itu, ia mengatakan OJK akan meningkatkan pengaturan dan pengawasan yang efektif pada sektor perbankan syariah.

"Untuk itu, keunikan model bisnis, produk yang berdaya saing tinggi, SDM, dan sistem teknologi informasi yang mutakhir, dan tentunya integrasi inklusi keuangan komersial dan sosial diperlukan untuk menjadikan perbankan syariah kita memiliki keunikan identitas industri perbankan nasional," katanya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir berencana untuk melakukan merger bank syariah BUMN. Targetnya, penyatuan bank syariah rampung pada Februari 2021.

Ia menilai Indonesia sebagai negara mayoritas umat muslim memiliki potensi besar untuk opsi pendanaan syariah. Oleh karena itu, ia berharap bank syariah BUMN dapat menjadi bank alternatif utama untuk segmentasi tersebut.

"Saya mau menjadikan syariah agar ada alternatif, jangan sampai Indonesia berpenduduk muslim terbesar tidak punya fasilitas itu. Kalau syariah dimergerin akhirnya bisa jadi top itu bank, menjadi alternatif pilihan," ujarnya belum lama ini.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK