Pemerintah Cari Perusahaan Pengembang Vaksin Corona Terbaik

CNN Indonesia | Selasa, 24/11/2020 13:52 WIB
Kementerian BUMN menyatakan telah mengontak 7 hingga 8 perusahaan produsen vaksin corona untuk mendapatkan mitra terbaik. Kementerian BUMN menyatakan telah mengontak 7 hingga 8 perusahaan produsen vaksin corona untuk mendapatkan mitra terbaik. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian BUMN telah menghubungi tujuh hingga delapan perusahaan pengembang vaksin corona yang terdaftar di Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Hal ini dilakukan untuk mencari opsi mitra terbaik dalam mengembangkan vaksin di Indonesia.

Budi menyatakan Kementerian Kesehatan meminta bantuan kepada Kementerian BUMN untuk membantu mencari sumber bahan baku vaksin virus corona. Ia bilang Kementerian Kesehatan mengarahkan agar mencari perusahaan di luar negeri yang tercatat di daftar WHO.

"Kami sudah kontak tujuh sampai delapan perusahaan vaksin untuk berikan opsi mana yang cocok," kata Budi dalam CEO Networking 2020, Selasa (24/11).


Menurut Budi, total perusahaan yang mengembangkan vaksin virus corona yang tercatat di WHO ada sekitar 11 perusahaan. Beberapa perusahaan itu, seperti AstraZeneca dari Inggris, Sinovac dari China, dan Cansino Biologics Inc dari China.

"Kami sudah kontak secara resmi itu semua, ini secara bilateral. Langsung jadi satu satu," imbuh Budi.

Sementara, Indonesia belum melakukan kontak secara resmi dengan tiga perusahaan vaksin yang tercatat di WHO. Perusahaan itu adalah Moderna dari AS, Sputnik dari Rusia, dan Bharat Biotech dari India.

Di samping itu, Indonesia juga mencari sumber bahan baku vaksin virus corona dengan pendekatan multilateral. Hal ini dilakukan dengan masuk ke organisasi Coalition for Epidemic Preparedness (CEPI) dan Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI).

"Ini organisasi dunia yang bekerja sama berikan akses vaksin terutama ke negara yang tidak punya uang, misalnya Afrika," kata Budi.

Nantinya, Indonesia juga akan mendapatkan jatah vaksin dari organisasi tersebut. Menurut Budi, sudah ada beberapa perusahaan vaksin yang melakukan uji coba dan terdaftar di CEPI dan GAVI.

"CEPI dan GAVI ada sembilan opsi, kalau GAVI bilang ini bisa, Indonesia dapat," jelas Budi.

Diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah menganalisis keamanan dan efektivitas vaksin corona buatan Sinovac. Setelah hasil analisis keluar, BPOM akan memberikan izin penggunaan darurat (Emergency Use of Authorization/EUA) agar vaksin bisa segera bisa didistribusikan di Indonesia.

[Gambas:Video CNN]

Sejauh ini, BPOM menyatakan aspek keamanan dalam uji klinis terpantau cukup baik. Selain itu, aspek mutu dari vaksin Sinovac juga positif.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan pihaknya terus melakukan persiapan untuk simulasi vaksin virus corona. Hal ini dilakukan agar distribusi vaksin lancar.

(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK