Mendag Proyeksi Perdagangan Dunia Minus 10,4 Persen

CNN Indonesia | Senin, 21/12/2020 15:16 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meramalkan pertumbuhan perdagangan dunia akan terkontraksi 10,4 persen pada tahun ini. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meramalkan pertumbuhan perdagangan dunia akan terkontraksi 10,4 persen pada tahun ini.(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meramalkan pertumbuhan perdagangan dunia akan terkontraksi 10,4 persen pada tahun ini. Penurunan ini terjadi akibat dampak tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona atau covid-19.

"Pada 2020 diperkirakan akan terkontraksi 10,4 persen," ucap Agus di acara Penyerahan Sertifikat SNI Pasar Rakyat secara virtual pada Senin (21/12).

Agus mengatakan pandemi covid-19 menimbulkan ketidakpastian di berbagai sektor industri di dunia, termasuk perdagangan. Sebab, aktivitas dan mobilitas perdagangan terhambat akibat kebijakan pencegahan dampak pandemi.


"Situasi perekonomian dunia masih diwarnai ketidakpastian, sebagai implikasi dari kondisi tersebut perdagangan dunia juga mengalami perlambatan," katanya.

Lebih lanjut, proyeksi Agus ini berada di rentang perkiraan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organizations/WTO) sebesar minus 9,2 persen sampai 12,9 persen. WTO juga memperlihatkan proyeksi pesimis akibat pandemi.

Kendati begitu, Agus melihat pertumbuhan perdagangan dunia bisa meningkat pada tahun depan. Proyeksinya berbalik ke arah pertumbuhan positif di kisaran 8,4 persen pada 2021.

"Perdagangan dunia diperkirakan akan lebih baik dan tumbuh 8,4 persen dengan kontribusi terbesar dari negara-negara berkembang," tuturnya.

Hanya saja, sambungnya, ada beberapa syarat agar pertumbuhan perdagangan ini bisa diraih, yaitu peningkatan aktivitas ekonomi dari rumah dan transformasi digital dalam proses jual beli barang dan jasa. Ini semua merupakan indikator dari kenormalan baru.

"Situasi normal baru adalah proses transisi yang menuntut semua negara dengan cepat beradaptasi dan berinovasi karena covid-19 telah mengubah berbagai tatanan termasuk dalam perdagangan internasional," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK