Simpanan Masyarakat di Bank Tembus Rp6.701 T per November

CNN Indonesia | Rabu, 30/12/2020 13:42 WIB
LPS mencatat jumlah simpanan masyarakat di bank secara bulanan naik 0,15 persen dari Rp6.691 triliun menjadi Rp6.701 triliun pada November 2020. Jumlah tabungan masyarakat tembus Rp6.701 triliun pada November 2020. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah simpanan masyarakat pada 110 bank umum secara bulanan naik 0,15 persen dari Rp6.691 triliun menjadi Rp6.701 triliun per November 2020 kemarin.

Total nilai simpanan ini naik hingga 10,91 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (yoy) yang masih Rp 6.042 triliun.

Dari sisi jumlah rekening simpanan, LPS mencatat tumbuh 14,24 persen secara yoy menjadi 344.544.394. Kemudian apabila dibandingkan dengan Oktober 2020, jumlah rekening perbankan naik 4.337.427 atau 1,27persen.


"Data November 2020 menunjukkan terjadi peningkatan nominal simpanan dengan tiering di bawah Rp100 juta sebesar 1,1 persen atau Rp10,49 triliun. Tetapi simpanan dengan tiering di atas Rp 5 miliar mengalami penurunan sebesar 0,7 persen atau Rp22,96 triliun," kata  Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa seperti dikutip dari pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Rabu (30/12).

Ia mengatakan dari data tersebut pihaknya menyimpulkan penyebaran dana simpanan perbankan telah merata pada beberapa segmen khususnya nasabah yang memiliki saldo simpanan di bawah Rp5 miliar. Pada pertengahan 2020, masyarakat terutama nasabah dengan simpanan jumbo diketahui menahan belanja mereka, baik untuk konsumsi bagi nasabah perorangan maupun untuk investasi bagi nasabah korporat.

Menurutnya, pemerataan pola pertumbuhan simpanan tersebut merupakan pertanda konsumsi dan investasi masyarakat yang sempat tertekan akibat virus corona mulai pulih menjelang akhir tahun ini.

"Dilihat dari pergerakan kategori BUKU, data posisi simpanan secara historis sejak 2013 menunjukkan pola yang konsisten menjelang akhir tahun pada November dan Desember. Di kedua bulan ini, biasanya terjadi pergeseran simpanan secara sementara dari bank-bank BUKU 1 dan 2 ke bank-bank BUKU 3 dan 4, sebelum nanti pada Januari di tahun berikutnya simpanan tersebut akan kembali ke bank-bank BUKU 1 dan 2," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]

Selain peningkatan jumlah simpanan, LPS juga menyatakan terjadi peningkatan pertumbuhan simpanan atau Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan. Peningkatan terjadi dari Agustus hingga November 2020 baik pada Bank BUKU I hingga Bank BUKU IV. 

"Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi likuiditas perbankan semakin stabil. Kami mengapresiasi upaya pemerintah dalam meningkatkan likuiditas melalui kebijakan fiskal sejak semester kedua tahun 2020," ujarnya.

Untuk data Bank BUKU I dan BUKU II (MoM) memperlihatkan penurunan simpanan, yang umumnya terjadi pada Bank BPD. Diperkirakan dana pada rekening di Bank BPD berpindah ke rekening vendor pada BUKU IV sebagai realisasi pembayaran proyek di akhir 2020.

Berdasarkan data per November 2020, jumlah rekening simpanan yang dijamin LPS telah mencapai di atas target yang ditetapkan Undang-Undang LPS (target sebesar 90%) yaitu sebesar 99,91% atau sebanyak 344.246.962 rekening.

"Walaupun tekanan pandemi Covid19 belum mereda, kondisi stabilitas sistem perbankan kita semakin membaik. Kondisi sistem keuangan kita menjelang awal tahun 2021 lebih baik dibandingkan dengan situasi di pertengahan 2020. Sistem keuangan kita saat ini lebih siap untuk membiayai ekspansi ekonomi, dibandingkan bulan-bulan sebelumnya." tutupnya.

(agt/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK