RUPST Waskita Angkat Eks Stafsus Jokowi Jadi Komisaris

CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 07:51 WIB
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Waskita Karya (Persero) merombak jajaran direksi dan komisaris perseroan pada Jumat (16/4) lalu. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Waskita Karya (Persero) merombak jajaran direksi dan komisaris perseroan pada Jumat (16/4) lalu. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemegang saham PT Waskita Karya (Persero) mengangkat eks staf khusus (stafsus) presiden Jokowi bidang ekonomi Ahmad Erani Yustika sebagai komisaris. Keputusan diambil pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020 yang digelar pada Jumat (16/4) lalu.

Sebelumnya, Ahmad menjabat sebagai stafsus Presiden Jokowi sejak Mei 2018 hingga Oktober 2019. Dia berlatar pendidikan ilmu ekonomi, lulusan Universitas Brawijaya dan Universitas Georg August Gottingen, Jerman,

Dia juga sempat menjabat sebagai dirjen pembangunan kawasan perdesaan dan dirjen pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi pada 2017-2018.


Selain Ahmad, pemegang saham juga mengangkat Inspektur Jenderal Kementerian PUPR T Iskandar sebagai komisaris. Keduanya menempati posisi yang sebelumnya dijabat oleh Danis H Sumadilaga dan Viktor S Sirait.

"Pada RUPST tersebut, pemegang saham Waskita juga menetapkan jajaran pengurus baru," seperti dikutip dari keterangan resmi perseroan.

Sementara itu, di jajaran direksi, pemegang saham memutuskan mengangkat Luki Theta Handayani sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dan Quality, Safety, Health dan Environment (QSHE) menggantikan Ferry Hendriyanto. Luki sebelumnya menjabat sebagai direktur utama anak usaha perusahaan, PT Waskita Karya Realty.

Selain itu, I Ketut Pasek Senjaya Putra juga ditunjuk sebagai Direktur Operasi I menggantikan Didik Oemar Pribadi. I Ketut Pasek sebelum menduduki posisi Direktur Operasi dan Supply Chain Management Wijaya Karya Beton.

RUPST tersebut dihadiri oleh 76,03 persen dari seluruh pemegang saham perusahaan. Selain penetapan jajaran pengurus baru, pemegang saham secara bulat memberikan persetujuan untuk 8 mata acara, antara lain persetujuan laporan tahunan & laporan keuangan audit Waskita tahun buku 2020, penetapan Kantor Akuntan Publik untuk audit laporan keuangan tahun 2021, hingga perubahan anggaran dasar Waskita.

"Selain beberapa agenda rutin dalam RUPST, Pemegang Saham Waskita juga menyetujui rencana Waskita untuk memperoleh pendanaan dengan penjaminan dari Pemerintah," terang manajemen.

[Gambas:Video CNN]

Berikut susunan dewan komisaris dan direksi baru Waskita Karya:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama/Independen : Badrodin Haiti
Komisaris : Robert Leonard Marbun
Komisaris : Mochammad Fadjroel Rachman
Komisaris : Ahmad Erani Yustika
Komisaris : T. Iskandar
Komisaris Independen :Muradi
Komisaris Independen : Bambang Setyo Wahyudi

Dewan Direksi

Direktur Utama : Destiawan Soewardjono
Direktur Operasi I : I Ketut Pasek Senjaya Putra
Direktur Operasi II : Bambang Rianto
Direktur Operasi III : Gunadi
Direktur HCM & Pengembangan Sistem : Hadjar Seti Adji
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko : Taufik Hendra Kusuma
Direktur Pengembangan Bisnis & QSHE : Luki Theta Handayani

(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK