Sri Mulyani Khawatir Lonjakan Corona Pengaruhi Target Ekonomi

CNN Indonesia | Senin, 14/06/2021 14:40 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku mewaspadai dampak lonjakan kasus covid-19 pada Juni 2021 ini terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku mewaspadai dampak lonjakan kasus covid-19 pada Juni 2021 ini terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021.(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku mewaspadai dampak lonjakan kasus covid-19 pada Juni 2021 ini terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021. Ekonomi ditargetkan bisa tumbuh hingga antara 7,1 persen hingga 8,3 persen persen pada periode April-Juni 2021.

Target pertumbuhan ekonomi tersebut sejalan dengan target Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni 7 persen di kuartal II 2021.

"Saya ulangi, kuartal II kami harapkan akan terjadi pemulihan yang kuat. Namun, covid-19 yang terjadi pada minggu kedua Juni pasti akan mempengaruhi proyeksi ini," ujarnya dalam rapat bersama dengan Komisi XI DPR, Senin (14/6).


Menurutnya, dampak covid-19 akan mempengaruhi target pertumbuhan ekonomi apabila dalam pengendalian kasus nanti dibutuhkan pengetatan kegiatan dan mobilitas masyarakat. Pembatasan tersebut tentunya akan mempengaruhi momentum pemulihan ekonomi di kuartal II 2021.

Oleh sebab itu, ia mengatakan pemerintah akan sangat berhati-hati dalam mengawal target pertumbuhan ekonomi tersebut. Ia berharap rentang target pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021 bisa terjaga di kisaran 7 persen-8 persen.

Angka ini akan ditopang oleh basis rendah pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama tahun lalu yang mengalami minus 5,32 persen maupun dorongan dari kenaikan konsumsi pada periode Lebaran 2021.

"Jadi, kalau covid-19 bisa menurun maka kami akan masih bisa berharap, namun kalau untuk menurunkan covid-19 kita harus melakukan pembatasan maka proyeksi ekonomi pasti akan koreksi. Ini semua trade off yang akan terus kami hadapi dalam bulan-bulan ini," katanya.

Ia menuturkan terjadi lonjakan cukup besar pada penularan virus corona pada Juni 2021 usai periode mudik Lebaran. Padahal, pemulihan perekonomian sangat bagus pada periode April-Mei 2021 lalu.

Sayangnya, usai Lebaran 2021 terjadi kenaikan kasus di luar Pulau Jawa seperti Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Aceh, dan Kalimantan Barat. Saat ini, tren kenaikan kasus covid-19 sudah mulai merambah ke Pulau Jawa.

"Di Jawa Tengah tidak hanya berhenti di Kudus, sekarang juga di beberapa kota. DKI Jakarta terjadi kenaikan, Wisma Atlet kemarin masih naik, okupansi bed dari belasan, 16 persen ke 29 persen, 33 persen sekarang sudah 80 persen bed occupancy, jadi kenaikan luar biasa tinggi. Ini yang harus kami waspadai pengaruhnya pada kegiatan ekonomi terutama kuartal II pada Juni nanti," katanya.

Sebelumnya, kepala negara masih tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tembus 7 persen pada kuartal II 2021. Hal ini karena produksi di berbagai industri mulai bergerak normal. Selain itu, perkembangan vaksinasi covid-19 diharapkan bisa mendorong kegiatan ekonomi di dalam negeri.

"Kami harapkan kuartal II 2021 bisa sesuai target yaitu kurang lebih 7 persen bisa kami capai karena produksi di semua lini perusahaan unit usaha semua bisa bergerak normal kembali," ucap Jokowi dalam Peninjauan Vaksinasi Covid-19 Gotong Royong untuk Pekerja di Kabupaten Bekasi.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK