Begini Cara Gula Merusak Otak
Merry Wahyuningsih | CNN Indonesia
Selasa, 07 Apr 2015 11:17 WIB
Ketika seseorang mengonsumsi gula, seperti dari makanan, reseptor rasa lidah akan aktif. Kemudian, sinyal dikirim ke otak, menerangi jalur reward dan menyebabkan lonjakan hormon rasa senang, seperti dopamin. “Gula membajak jalur reward di otak,” kata neuroscientist Jordan Gaines Lewis.
Sesekali merangsang sistem penghargaan di otak dengan sepotong cokelat memang menyenangkan dan tidak berbahaya. Tetapi ketika sistem tersebut diaktifkan terlalu banyak dan terlalu sering, otak akan mulai mengalami masalah.
“Berlebihan mengaktifkan jalur reward di otak akan menyebabkan serangkaian peristiwa buruk, seperti hilangnya kontrol, keinginan, dan peningkatan toleransi terhadap gula,” kata neuroscientist Nicole Avena.
Bahkan, penelitian telah menunjukkan bahwa otak anak-anak obesitas ‘menyala’ dengan cara berbeda ketika mereka mengonsumsi gula, yang menunjukkan adanya peningkatan respons ‘hadiah makanan’. Hal ini menunjukkan bahwa sirkuit otak anak-anak dapat terpengaruh seumur hidup karena efek mengidam gula yang intens.
Add
as a preferred
source on Google
Sesekali merangsang sistem penghargaan di otak dengan sepotong cokelat memang menyenangkan dan tidak berbahaya. Tetapi ketika sistem tersebut diaktifkan terlalu banyak dan terlalu sering, otak akan mulai mengalami masalah.
“Berlebihan mengaktifkan jalur reward di otak akan menyebabkan serangkaian peristiwa buruk, seperti hilangnya kontrol, keinginan, dan peningkatan toleransi terhadap gula,” kata neuroscientist Nicole Avena.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Add
as a preferred source on Google
Merusak memori dan kemampuan belajar
BACA HALAMAN BERIKUTNYA