Gaya Hidup Mengurangi Separuh Risiko Gagal Jantung

Windratie, CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2015 09:33 WIB
Gaya Hidup Mengurangi Separuh Risiko Gagal Jantung Gagal jantung adalah kondisi di mana jantung gagal memompa cukup darah dan oksigen untuk mendukung seluruh tubuh. (Getty Images/Thinkstock/michaeljung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Orang tua yang berjalan cepat, cukup aktif di waktu luang mereka, minum alkohol secukupnya, tidak merokok, menghindari obesitas, hanya mengembangkan separuh risiko gagal jantung, dibandingkan orang yang tidak terlibat dalam kebiasaan sehat tersebut, berdasarkan hasil sebuah penelitian.

Berdasarkan laporan tersebut, mengoptimalkan faktor gaya hidup dapat mengurangi separuh risiko gagal jantung, kata Liana Del Gobbo, peneliti di Universitas Tufts di Boston, Massachussetss.

“Temuan utama kami, untuk dapat mengurangi risiko gagal jantung aktivitas fisik pada orang dewasa tidak harus berat,” kata Del Gobbo, seperti dilansir dari laman Reuters.


“Orang dewasa yang berjalan dengan kecepatan sedang atau cepat (lebih dari dua atau tiga mil per jam)  dan membakar kalori dengan kegiatan olahraga, misalnya pekerjaan rumah, berjalan, kegiatan di luar ruangan, atau bentuk aktivitas fisik lain, setara dengan 30 menit per hari aktivitas intensitas sedang,” katanya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, lebih dari lima juta orang Amerika mengalami gagal jantung. Ini adalah kondisi di mana jantung gagal memompa cukup darah dan oksigen untuk mendukung seluruh tubuh.

Gagal jantung dapat diobati dengan obat-obatan, diet mengurangi natrium, dan peningkatan aktivitas fisik. Namun, sekitar setengah dari orang-orang yang didiagnosis gagal jantung meninggal dalam waktu lima tahun.

Untuk studi terbaru ini, para peneliti mengikuti sekitar 4.490 laki-laki dan perempuan berusia antara 65 tahun dan yang lebih tua. Mereka tidak memiliki tanda-tanda awal gagal jantung. Usia rata-rata pada awal penelitian adalah 72 tahun.

Selama 21 tahun, dengan memakai ujian fisik setiap tahun juga kuesioner, peneliti mengumpulkan data pola makan subjek penelitian, kecepatan berjalan, dan jarak, kegiatan rekreasi, intensitas olahraga, konsumsi alkohol, status merokok, berat badan, dan lingkar pinggang.

Selama penelitian, ada 1.380 orang yang mengembangkan gagal jantung.

Berjalan cepat, setidaknya dua mil per jam, melakukan aktivitas rekreasi untuk pembakaran kalori, asupan alkohol moderat yang tidak lebih dari satu atau dua minggu per hari, tidak merokok, dan menjaga berat badan sehat, semua hal tersebut terikat untuk menurunkan risiko gagal jantung.

Peserta yang mengoptimalkan setidaknya empat faktor tersebut, hanya mengembangkan separuh risiko gagal jantung. Ini dibandingkan dengan yang hanya mengoptimalkan salah satu faktor atau tidak sama sekali, berdasarkan laporan jurnal JACC: Heart Failure.



(win/mer)