Berdasarkan laporan tersebut, mengoptimalkan faktor gaya hidup dapat mengurangi separuh risiko gagal jantung, kata Liana Del Gobbo, peneliti di Universitas Tufts di Boston, Massachussetss.
“Temuan utama kami, untuk dapat mengurangi risiko gagal jantung aktivitas fisik pada orang dewasa tidak harus berat,” kata Del Gobbo, seperti dilansir dari laman Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, lebih dari lima juta orang Amerika mengalami gagal jantung. Ini adalah kondisi di mana jantung gagal memompa cukup darah dan oksigen untuk mendukung seluruh tubuh.
Gagal jantung dapat diobati dengan obat-obatan, diet mengurangi natrium, dan peningkatan aktivitas fisik. Namun, sekitar setengah dari orang-orang yang didiagnosis gagal jantung meninggal dalam waktu lima tahun.
Selama 21 tahun, dengan memakai ujian fisik setiap tahun juga kuesioner, peneliti mengumpulkan data pola makan subjek penelitian, kecepatan berjalan, dan jarak, kegiatan rekreasi, intensitas olahraga, konsumsi alkohol, status merokok, berat badan, dan lingkar pinggang.
Selama penelitian, ada 1.380 orang yang mengembangkan gagal jantung.
Berjalan cepat, setidaknya dua mil per jam, melakukan aktivitas rekreasi untuk pembakaran kalori, asupan alkohol moderat yang tidak lebih dari satu atau dua minggu per hari, tidak merokok, dan menjaga berat badan sehat, semua hal tersebut terikat untuk menurunkan risiko gagal jantung.
Peserta yang mengoptimalkan setidaknya empat faktor tersebut, hanya mengembangkan separuh risiko gagal jantung. Ini dibandingkan dengan yang hanya mengoptimalkan salah satu faktor atau tidak sama sekali, berdasarkan laporan jurnal JACC: Heart Failure.
(win/mer)