Kini, beredar kabar bahwa rumah tersebut kemungkinan dilepas dengan penawaran tertinggi seharga setara Rp 5,7 triliun. "Kami telah menerima penawaran 280 Pound Sterling dan masih dalam pertimbangan," ujar perwakilan agen properti Swiss Group, Cedric Emmanuel.
Pernyataan tersebut tak ayal mengundang decak kagum dan rasa penasaran dari banyak pengusaha properti. Pasalnya, sejak dijual pada 2012 lalu, rumah milik mendiang mantan Pangeran Arab Saudi, Sultan bin Abdulaziz Al Saud, tersebut tidak pernah dirumorkan akan terjual ke satu orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa agen lokal pun mulai berspekulasi bahwa properti yang juga pernah menjadi tempat tinggal Perdana Menteri Lebanon, Rafiq Hariri, ini akan dibagi menjadi beberapa apartemen atau dirancang untuk empat rumah tinggal nyaman.
Bangunan tersebut memiliki kolam renang luas, tempat parkir bawah tanah, dan beberapa elevator. Namun, biaya perawatannya tentu tidak murah.
Barang-barang mahal lainnya dalam rumah ini juga dilelang. Sebut saja satu perapian kuno mewah dari French Louis XV Pompadour, 41 lampu kaca Murano, lebih dari 100 kotak tisu berlapis emas, dan beberapa bak mandi marmer.
Kendati demikian, tidak semua kemewahan tersebut dianggap bagus. Pasangan dari North Wales menganggap satu lembar tirai yang ditawarkan terlalu mahal untuk sebuah barang pesanan. Pengunjung lain bahkan melontarkan komentar lebih mengecewakan.
"Semuanya aneh. Hampir semua perabotan baru dan beberapa ornamen bahkan buatan Tiongkok," katanya.
(mer)