Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Surgical Technology Internasional menemukan bahwa berkirim pesan dapat menambah beban hampir 23 kilogram pada tulang belakang. Namun, berat beban tersebut bisa jadi berbeda-beda, tergantung bagaimana posisi menunduk yang dilakukan seseorang ketika menghadap layar ponselnya.
"Kehilangan bentuk alami tengkuk tulang belakang dapat menambahkan tekanan pada tulang belakang," kata penulis penelitian Dr. Kenneth K. Hansraj, yang juga merupakan ahli bedah tulang belakang dan ortopedik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penelitiannya seperti yang dikutip dari Medical Daily, Hansraj melakukan beberapa perhitungan tekanan dan lengkungan tulang, serta efeknya. Ketika derajat kemiringan nol, tekanan yang dihasilkan sama dengan berat kepala, rata-rata 4,5-5,4 kilogram.
Banyak orang, terutama generasi masa kini, yang hidup dengan posisi tersebut. Banyaknya konten menarik pada ponsel atau tablet yang nyaman dalam genggaman, ternyata membawa dampak lain yang berbahaya bagi kesehatan.
Rata-rata orang menunduk ke layar ponselnya selama 2-4 jam per hari . Itu berarti 700-1.400 jam dalam satu tahun. Pada anak usia SMA, bisa jadi lebih parah. Mereka menghabiskan sekitar 5 ribu jam sebelum mereka lulus sekolah untuk menunduk ke layar ponselnya.
Cara untuk menghindari rusaknya tulang belakang akibat kebiasaan ini bukan dengan memberantas teknologi. Gunakan teknologi seperlunya saja dan lebih memikirkan dampaknya ketika menggunakan ponsel dan berbagai peranti lainnya.
"Hampir tidak mungkin untuk menghindari menggunakan teknologi tersebut, tapi Anda dapat berusaha memperbaiki posisi ketika menggunakan ponsel agar posisi tulang belakang tetap netral dan menghindari berlama-lama menggunakannya," kata Hansraj.
Untuk diketahui, posisi terbaik tulang belakang adalah ketika posisi telinga sejajar dengan bahu dan tulang belikat dalam keadaan normal. Selain posisi ini, Anda akan membebani tulang punggung dan jika terus menerus dilakukan, postur tubuh akan berubah. (les)