'Lumpia Mutiara' Lumpia Legendaris dari Malioboro

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Senin, 11/04/2016 11:20 WIB
'Lumpia Mutiara' Lumpia Legendaris dari Malioboro Lumpia Mutiara, lumpia isi ayam, sayur dan telur puyuh yang legendaris di kawasan Malioboro, Yogyakarta. (Christina Andhika Setyanti/CNN Indonesia)
Yogyakarta, CNN Indonesia -- Menelusuri sepanjang jalan Malioboro, Yogyakarta memang menyenangkan, apalagi untuk Anda yang suka belanja. Deretan penjual kaus khas Yogya, penjual sandal etnik, sampai penjual batik bisa Anda temui di sini.

Salah besar kalau Anda pikir Malioboro hanya populer sebagai kawasan belanja. Nyatanya, kawasan ini jug dikenal sebagai kawasan wisata kuliner. Beberapa kuliner yang terkenal di kawasan ini antara lain kuliner gudeg lesehan, bakpia, dan pecel di pasar Beringharjo.

Jika Anda lebih teliti menyusuri sepanjang jalan ini, Anda bakal menemukan sebuah gerobak makanan kecil di pinggir jalan yang ramai dikerumuni orang. Gerobaknya tak besar. Hanya gerobak sederhana di depan hotel Mutiara. Gerobak milik Nur ini hanya menjual lumpia goreng.


Gerobak lumpia milik Nur di Malioboro ( Christina Andhika Setyanti/CNN Indonesia)
Sekilas terlihat tak istimewa. Cuma sekadar lumpia isi yang digoreng garing dan disajikan dengan acar dan cabai rawit hijau. Meski demikian, lumpia dagangan Nur ini selalu laris manis.

"Sehari bisa sampai 1000 buah lumpia yang terjual," kata Nur kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu di Yogyakarta.

Apa yang membuat lumpia Nur ini begitu digemari?

"Lumpianya saya isi dengan ayam dan sayur. Sedangkan yang spesial diisi dengan sayur tumis, ayam dan telur puyuh."

Isian sayur, ayam dan telur puyuh ini menjadikan lumpia buatan Nur seperti 'Lumpianya Yogya.' Pasalnya, lumpia paling ikonik, lumpia Semarang menggunakan irisan rebung sebagai campuran isiannya.

Bukan cuma isinya saja yang berbeda, kulit untuk membungkus lumpianya pun sangat berbeda. Dibanding menggunakan kulit lumpia yang sudah jadi dan tersedia di pasaran, Nur menggunakan kulit lumpia basah yang mirip dengan kulit crepe tipis.

"Kulitnya saya enggak buat sendiri, tapi udah ada langganan yang buatkan. Enggak keburu kalau semuanya bikin sendiri," kata dia.

Dengan cekatan dia membungkus isi lumpia sesuai pesanan ke dalam kulitnya. Dengan jemarinya yang terlatih, tak ada satupun kulit lumpianya yang sobek. Sekalipun, ada juga beberapa bagian yang lipatannya tak sempurna. Tapi ini tak mengurangi kenikmatan rasanya.

Beberapa orang yang membantunya, punya tugas masing-masing. Ada yang bertugas mencatat pesanan, melipat lumpia, menggoreng, dan mengantarkan pesanan. Semua ini dilakukan agar tak ada pelanggan yang menunggu terlalu lama.

Lumpia goreng ini disajikan hangat bersama dengan acar mentimun, acar lobak dan juga cabai rawit hijau. Paduan tekstur lembut dan garing dari kulitnya sungguh menggoda. Isian sayur, ayam dan telur puyuh yang ada di dalamnya memberikan sensasi rasa gurih dan manis di mulut.

Christina Andhika Setyanti/CNN Indonesia
Jika tak ingin makan gorengan, lumpia ini juga bisa disajikan tanpa digoreng. Ini adalah lumpia basah. Tenang saja, lumpia basah ini aman dimakan sekalipun tak digoreng. Semua isian dan kulitnya sudah matang.

Gerobak lumpia yang dikelola Nur ini bukan baru 1-2 tahun berdiri. Popularitas Lumpia Mutiara sudah melegenda sejak puluhan tahun lalu.

"Ibu saya sudah mulai dagang lumpia di sini sejak 30 tahun lalu. Sekarang saya yang melanjutkan," ucap Nur. (chs/chs)