Jangan Sepelekan Darah Tinggi

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Selasa, 17/05/2016 19:53 WIB
Jangan Sepelekan Darah Tinggi Hipertensi atau tekanan darah tinggi dianggap sebagai silent killer. (Thinkstock/Remains)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tekanan darah tinggi, selama ini tidak dianggap sebagai penyakit berbahaya. Malah, idiom ‘darah tinggi’ lekat dengan sifat mudah marah. Padahal, darah tinggi merupakan pemicu dari berbagai penyakit mulai demensia, disfungsi ereksi, hingga penyakit kronis seperti stroke dan kardiovaskular.

Mengerti bahaya dari hipertensi, International Society of Hypertension (ISH) meluncurkan sebuah inisiatif bernama ‘World Hypertension Day’ yang diperingati setiap tanggal 17 Mei di seluruh dunia.

Pertama kali World Hypertension Day digelar pada tanggal 17 Mei 2005, yang merupakan prakarsa ISH dan World Hypertension League (WHL). Inisiatif tersebut dihadirkan guna menyebarkan kewaspadaan akan hipertensi yang dianggap sebagai silent killer.


Di dunia medis, hipertensi memang bukan ‘agen pembunuh’, namun tekanan darah tinggi bisa mengundang berbagai penyakit berbahaya, termasuk stroke dan serangan jantung.

Diperkirakan, jumlah penderita hipertensi di dunia, akan meningkat dari 972 juta di tahun 2000 menjadi 1,56 miliar di 2025 nanti. Dengan kata lain, prevalensi hipertensi dunia melonjak hingga 60 persen dalam 25 tahun. Adapun, pada 2009, WHO mencatat hipertensi bertanggung jawab terhadap 7,5 juta kematian di seluruh dunia.

Adanya Hari Hipertensi Sedunia diharapkan bisa menurunkan angka tersebut. Caranya dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.

“Masalah yang terjadi dengan hipertensi adalah tidak adanya usaha komprehensif untuk mencegah terjadinya penyakit ini, dan masih banyak masyarakat dunia yang abai akan tekanan darah mereka,” kata Dr. Melanie VanDemark, Vice President of Medical Affairs for Accel Clinical Services, dikutip News Daily.

Di sisi lain, Dr VanDemark mengatakan penyakit tekanan darah tinggi ini seringkali tidak diketahui penyebabnya, kendati faktor utama meliputi warisan genetika, tingkat stres tinggi dan gaya hidup tidak sehat. Faktor lainnya yang juga memengaruhi hipertensi adalah obesitas.

“Oleh karena itu memeriksakan tekanan darah secara teratur, bisa menyelamatkan hidup Anda,” tegas Dr VanDemark.

Dia menambahkan, angka yang harus diwaspadai adalah ketika tekanan darah melebihi 140/90 mmhg. (les)