Kegalauan dan Harapan Tak Terucap Ibu Pekerja

Endro Priherdityo | CNN Indonesia
Kamis, 22 Des 2016 21:22 WIB
Sebagian ibu harus membagi 24 jam dalam sehari untuk bekerja, jauh dari anak. Dalam hati, mereka menyimpan kegalauan dan harapan.
Sebagian ibu harus membagi 24 jam dalam sehari untuk bekerja, jauh dari anak. Dalam hati, mereka menyimpan kegalauan dan harapan. (Thinkstock/Digital Vision)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi seorang ibu, berada di sisi anaknya adalah momen berharga. Namun tidak semua ibu dapat mewujudkan keinginan itu selama 24 jam sepanjang hidupnya.

Sebagian ibu di era modern harus membagi 24 jam dalam sehari untuk bekerja, jauh dari anak mereka. Mereka melakukan ini bukan karena tak ingin dekat dengan sang buah hati, melainkan atas nama masa depan anak.

Kegalauan mereka tak terucap demi melihat anak tumbuh dengan aman dan baik di masa depan. Beberapa ibu pekerja bersedia menceritakan kepada CNNIndonesia.com sebagian kegalauan mereka ketika harus berpisah dengan sang buah hati demi masa depan anak yang lebih baik dari orang tuanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Add as a preferred
source on Google
Perempuan Harus Mandiri BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2 3 4