REKOMENDASI KULINER

Menikmati Cita Rasa Otentik Indonesia di Kaum

Syanne Susita, CNN Indonesia | Jumat, 02/06/2017 20:11 WIB
Berkomitmen pada keotentikan cita rasa, cara pengolahan dan penggunaan bahan dasar makanan dan minuman di Kaum langsung dari produsen negeri sendiri. Restoran Kaum Jakarta merestorasi bangunan kolonial menjadi restoran sekaligus galeri seni. (CNN Indonesia/Syanne Susita)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sukses di Bali dan Hongkong, grup restoran Potato Head grup membuka restoran Kaum di Jakarta. Terletak di Jalan Kusuma Atmaja, restoran merupakan bangunan kolonial yang telah dipugar sehingga terlihat lebih modern.

Langit-langit restoran yang tinggi dan tanpa sekat membuat ruang utama restoran begitu luas.

Meja kayu panjang mengingatkan kita pada meja panjang warung pinggir jalan. Tetapi, tentunya meja panjang di Kaum terlihat kokoh dan desainnya lebih kontemporer. Di bagian tengah, ada juga beberapa instalasi yang dimaksudkan sebagai galeri budaya Indonesia.
Pilihan ruangan bersantap di Kaum juga banyak. Jika butuh privasi, bersantap bisa di ruang-ruang khusus yang ada di bagian depan restoran.


Atau jika ingin menikmati suasana luar gedung, di bagian depan ada beberapa tempat duduk yang juga nyaman sebagai tempat bersantap.

Salah satu daya tarik Kaum adalah suguhan rasa otentik Indonesia dalam setiap makanan dan minuman yang disajikan dalam menu. Brand Director Kaum Lisa Virgiano bersama koki Antoine Audran berkomitmen untuk menggunakan bahan dasar produksi dari daerah-daerah di Indonesia.

“Jika berbicara tentang otentik Indonesia, ya, penting untuk kita benar-benar menaruh perhatian pada rasa-rasa dasar. Sebagai contoh, menanak nasi ya tidak menggunakan rice cooker tapi diliwet menggunakan daun salam dan sedikit sereh. Hasilnya aromatik. Dan, itulah yang kita lakukan di Kaum. Baik itu di Bali, Hong Kong dan Jakarta, nasi selalu diliwet,” ujar Lisa.
(JUMAT) Menikmati Cita Rasa Otentik Indonesia di KaumFoto: CNN Indonesia/Syanne Susita

Di Kaum, bahan dasarnya pun masih diolah secara tradisional dan tidak tidak menggunakan produk masal.

Lisa pun mengambil contoh beras yang dipakai di Kaum Jakarta adalah jenis mentik susu dari Jawa Tengah.

“Kita ambil langsung dari petani di Magelang sehingga kita tahu jika mereka menanam berasnya dengan bertanggung jawab. Tidak ada pestisida atau bahan kimianya,” terang Lisa salah satu aktivis kuliner Indonesia yang sebelumnya sukses dengan konsep Jakarta’s Underground Secret Dining.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Lisa, alasan lain mengapa beras mentik susu ini dipilih adalah karena kemandirian petani terhadap bibit beras yang tanam.

“Bibit berasnya tidak dibeli dari luar. Benihnya turun temurun. Setiap panen, petani sisihkan benih atau gabahnya yang paling bagus untuk ditanam di musim berikutnya.”

Sebagai restoran yang ingin merefleksi hasil alam Indonesia secara akurat, beberapa bahan dasar di tiap restoran Kaum pun diambil dari produsen yang berbeda-beda dari berbagai daerah di Indonesia.
Beras mentik susu ternyata hanya digunakan di Kaum Jakarta. Sementara di Kaum Bali, beras yang digunakan berasal dari daerah setempat, yaitu Jatiluwih, Tambanan Bali.

Begitu juga kecap sebagai salah satu penyedap rasa makanan, Kaum pun memilih untuk menggunakan kecap olahan tradisional. Suplai kecap Kaum Jakarta diambil dari penghasil kecap yang bermarkas di Cideng, Jakarta.

Hal yang sama juga pada memilih gula merah yang akan dipakai. Semua dilakukan dengan hati-hati. Detail kecil dalam proses pembuatan sangat diperhatikan. Itu sebabnya di Kaum Bali, menggunakan gula lontar. Sedangkan di Kaum Jakarta menggunakan gula aren.

Untuk garam, Kaum bekerja sama khusus dengan sekitar 32 petani garam dari Amed, Karangasem Bali yang dianggap masih menggunakan cara tradisional dalam pengolahan garam dan hasilnya murni dari laut, bebas dari kontaminasi metal. Sedangkan minyak, semua Kaum tidak menggunakan minyak kelapa sawit, tetapi minyak kelapa produsen lokal.

“Kita ingin dunia internasional bisa menghargai Indonesia tidak hanya dari rempah-rempahnya saja tetapi juga dari bahan dasar lainnya seperti garam, kecap, atau minyak. Karena itu mempengaruhi rasa. This is our version of authenticity. Paying attention the details.”
(JUMAT) Menikmati Cita Rasa Otentik Indonesia di KaumFoto: CNN Indonesia/Syanne Susita

Mengulik Menu Andalan Kaum Jakarta

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK