Nasib Penutupan Pulau Komodo Ditentukan Agustus Mendatang

CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 18:53 WIB
Nasib Penutupan Pulau Komodo Ditentukan Agustus Mendatang Komodo. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polemik terkait penutupan sementara dan kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya mendapatkan titik terang. Pulau Komodo yang menjadi salah satu rumah bagi reptil purba komodo (Varanus komodoensis), memiliki kemungkinan ditutup untuk kegiatan wisata.

Meski demikian pulau-pulau di sekitar TN Komodo, seperti Pulau Rinca, Pulau Padar, dan Gili Lawa Darat, masih bisa dikunjungi turis.


Hal tersebut diungkapkan setelah Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan ekosistem Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Dirjen KSDAE KLHK), Wiratno, melakukan pertemuan dengan stakeholder Taman Nasional Komodo di Kantor KLHK, Jakarta, pada Rabu (6/2).


"Terhadap paket-paket wisata yang telah terlanjur dijual, tetap dapat dilanjutkan kecuali di Pulau Komodo apabila berdasarkan rekomendasi tim terpadu diputuskan untuk ditutup," ujar Wiratno, yang tak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai siapa saja anggota tim terpadu tersebut.

Namun, ia melanjutkan, keputusan penutupan Pulau Komodo harus menunggu hasil dari tim terpadu dan penutupan baru bisa dilaksanakan pada bulan Januari 2020.

Terkait keputusan penutupan tersebut, tim terpadu akan memberikan rekomendasi kepada KLHK dan Direktorat Jendral (Ditjen) KSDAE KLHK pada bulan Agustus 2019.

Selain keputusan tersebut, Ditjen KSDAE KLHK bersama Pemerintah Provinsi NTT sepakat untuk melakukan beberapa langkah terkait keberlangsungan hidup satwa Komodo dan ekosistemnya.

Seperti pengamanan terhadap rusa sebagai panganan komodo, meningkatkan patroli untuk mengamankan kawasan perairan dan daratan dari perburuan liar, mengatur pintu masuk jalur kapal sekaligus penjualan tiket melalui Pelabuhan Labuhan Bajo, dan mengontrol aktivitas wisata seperti snorkeling, melihat komodo, diving, dan lainnya.


Sementara itu kabar ditutupnya TN Komodo rupanya 'mengundang' perhatian pihak TN Galapagos di Ekuador untuk menjadikannya rekanan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Jelamu, mengatakan Pemerintah Ekuador berminat menjalin kerja sama dengan konsep sister island (pulau yang dianggap memiliki banyak kemiripan) antara TN Galapagos dengan TN Komodo.

Ia mengatakan kerja sama itu tengah didorong, karena keduanya sama-sama merupakan taman nasional dengan ikon yang sudah terkenal di berbagai belahan dunia.

Taman Nasional Galapagos, ia melanjutkan, terdapat satwa langka yakni kura-kura raksasa. Selain itu ada pula ikan paus dan pinguin yang menjadi atraksi untuk wisatawan dunia.

Sementara itu di TN Komodo terdapat reptil purba Komodo, yang dinobatkan UNESCO sebagai warisan dunia dan menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

"Sehingga nanti antar pemerintah atau otoritas pengelola bisa saling belajar terkait pengelolaannya taman nasional lewat kerja sama ini," katanya.


[Gambas:Video CNN]

(agr/ard)