Aktivitas yang Minim sampai Paling Berisiko Penularan Corona

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 15:25 WIB
Orang akan membandingkan risiko penularan Covid-19 antara satu aktivitas dengan lainnya. Berikut urutan risiko aktivitas dari yang minim hingga paling rentan. Ilustrasi: Orang akan membandingkan risiko penularan Covid-19 antara satu aktivitas dengan lainnya. Berikut urutan risiko aktivitas dari yang minim hingga paling rentan. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah wabah dan kekhawatiran akan penularan virus corona, masing-masing aktivitas memiliki kerentanan yang berbeda. Sebuah grafik yang dibuat Information Is Beautiful memetakan risiko pelbagai aktivitas dalam hal penyebaran virus penyebab Covid-19.

Information Is Beautiful adalah sebuah gagasan David McCandless, seorang penulis sekaligus information designer (perancang visualisasi data dan informasi) yang berbasis di London. Informasi yang divisualisasikan dalam grafik ini bersumber dari 500 epidemiolog dan ahli lain.

Pada grafik yang disajikan, aktivitas paling berisiko penularan Covid-19 disajikan dengan warna paling merah. Gradasi warna berangsur menguning ketika menunjukkan aktivitas yang lebih rendah risiko penularan.


Berikut sejumlah aktivitas dari yang paling berisiko hingga minim risiko penularan Covid-19.

Aktivitas paling berisiko Covid-19.

- Mengunjungi klub malam

- Menghadiri konser atau bermain konser

- Datang ke pesta di dalam ruangan

- Mengunjungi bar dalam ruangan

- Mendatangi acara olahraga

- Pergi ke gereja (menyanyi adalah kegiatan berisiko tinggi yang meningkatkan penyebaran virus secara airborne)

Aktivitas berisiko tinggi tapi lebih rendah dibanding di atas.

- Menghadiri pernikahan atau pemakaman

- Berpelukan atau berjabat tangan

- Berhenti memakai masker

- Pergi keluar dengan orang baru atau jarang Anda jumpai

- Mengunjungi taman hiburan

- Makan secara prasmanan

Infografis Mencegah Penyebaran Virus Corona Saat Dine-In di RestoranFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Infografis Mencegah Penyebaran Virus Corona Saat Dine-In di Restoran

Aktivitas Berisiko Sedang

- Menginap di hotel

- Mengadakan pesta makan malam dalam ruangan kecil

- Menggunakan kolam renang umum

- Mengunjungi pusat perbelanjaan

- Potong rambut

- Naik pesawat

- Menitipkan anak di daycare atau masuk sekolah

Aktivitas Berisiko Rendah

- Makan makanan yang dibawa pulang (take away dari rumah makan)

- Berolahraga di luar ruangan

- Bermain golf

- Mengizinkan teman menggunakan kamar mandi atau memakai kamar mandi milik orang lain

- Pergi ke pom bensin

- Mengizinkan anak bermain dan berkemah

- Pergi ke pantai

- Berbelanja makanan

- Makan di laur ruangan

- Mengunjungi Perpustakaan atau museum

- Pergi semalaman mengemudi

- Mengunjungi dokter

- Berlibur bersama keluarga lain

- Berjalan di kota yang sibuk (di luar ruangan)

Faktor risiko penentu yang perlu dipertimbangkan selain jenis aktivitas di antaranya jumlah orang, keluasan ruang atau seberapa dekat kontak satu orang dengan orang lainnya, berapa lama paparan, lokasi aktivitas di dalam atau luar ruangan, seberapa banyak sentuhan pada permukaan, banyaknya kasus di area tersebut dan, seberapa besar kemungkinan kepatuhan.

Unggahan grafik tersebut juga mengingatkan, risiko penularan bisa diminimalkan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan menjaga kebersihan dengan mencuci tangan.

Meskipun peta yang menunjukkan 'titik panas' aktivitas itu menarik diamati namun Profesor Mikrobiologi Seluler di University of Reading di Inggris, Simon Clarke menegaskan bahwa ada banyak faktor yang dapat menentukan aktivitas mana yang masuk dalam spektrum risiko.

"Penempatan berbagai aktivitas [di peta ini] cukup mutlak," kata Simon Clarke dikutip dari Huffington Post.

Karena itu penting untuk mengingat faktor-faktor yang mungkin membuat satu aktivitas lebih berisiko, atau kurang berisiko. Ia mencontohkan, penerbangan kosong berisiko lebih rendah dibanding penerbangan penuh.

Jadi kemungkinan itu bisa saja mengubah posisi pada grafik.

Sementara seorang peneliti PhD dalam pemodelan matematika penyakit menular, Quentin Leclerc memaparkan bahwa berada di dalam ruangan, berdekatan dengan orang-orang, ventilasi yang buruk dan lingkungan yang relatif dingin, kemungkinan akan memfasilitasi penularan virus yang lebih besar.

Hal tersebut kata dia, dapat membantu menjelaskan alasan mengapa mengunjungi klub malam, misalnya, bisa lebih bermasalah daripada berkemah. Di klub malam, Anda lebih memiliki kemungkinan berdesakan di ruangan yang berventilasi buruk dibandingkan dengan lebih sedikit orang menyebar di tenda-tenda mereka sendiri dan di luar ruangan serta ventilasi yang baik.

Barangkali berguna juga mengingat 3 C yang, populer di Jepang; menghindari ruangan tertutup dengan ventilasi buruk (closed spaces), tempat ramai dengan banyak orang berdekatan (crowded places) dan, pengaturan kontak dekat seperti percakapan jarak dekat (close contact).

Pada Juli lalu, dokter dari Texas Medical Association (TMA) juga membagikan grafik serupa yang memetakan aktivitas berisiko tinggi hingga rendah. Kegiatan berisiko rendah termasuk membuka surat, membeli bensin, membeli makanan, bermain tenis dan berkemah.

Sedangkan aktivitas berisiko tinggi menurut grafik TMA di antaranya termasuk pergi ke gym, makan di buffet, pergi ke taman hiburan, pergi ke bioskop, datang ke konser, mengunjungi stadion olahraga, menghadiri kebaktian dengan lebih 500 orang dan, pergi ke bar.

Sementara sebuah analisis London School of Hygiene and Tropical Medicine menemukan bahwa rumah perawatan, bar, tempat keagamaan dan lokasi kerja dikaitkan dengan lebih banyaknya kelompok kasus. Ada pula beberapa kejadian di pesta pernikahan, acara olahraga dan konferensi di mana banyak orang jatuh sakit.

(NMA/NMA)

[Gambas:Video CNN]