5 Makanan Pemicu Darah Tinggi

tim, CNN Indonesia | Kamis, 12/11/2020 13:58 WIB
Makanan asin dan bergula, serta makanan tinggi lemak jenuh, dapat menjadi makanan pemicu darah tinggi. Ilustrasi. Makanan asin dan bergula, serta makanan tinggi lemak jenuh, dapat menjadi makanan pemicu darah tinggi. (Istockphoto/GlobalStock)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kondisi hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat disebabkan oleh beberapa makanan tertentu. Makanan asin dan bergula, serta makanan tinggi lemak jenuh, dapat menjadi makanan pemicu darah tinggi.

Menghindarinya dapat membantu Anda mendapatkan dan mempertahankan tekanan darah yang sehat.

Berikut 5 makanan pemicu darah tinggi yang dapat Anda hindari, sebagaimana dilansir dari Healthline.


1. Garam

Garam, atau khususnya natrium dalam garam, adalah penyumbang utama untuk tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Ini karena natrium mempengaruhi keseimbangan cairan dalam darah.

Garam meja mengandung sekitar 40 persen natrium. American Heart Association (AHA) merekomendasikan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 2.300 miligram (mg) natrium - setara dengan 1 sendok teh garam - setiap hari.

Sebagian besar natrium dalam makanan berasal dari makanan kemasan atau olahan, bukan hanya garam yang Anda tambahkan ke menu masakan.

Beberapa makanan yang dikenal sebagai makanan asin yakni termasuk pizza, roti lapis, daging yang diawetkan, sup, dan sebagainya.

2. Camilan tidak sehat

Camilan ringan seperti keripik, biskuit, serta kacang-kacangan, mengandung banyak garam. Faktanya, garam, lemak, dan gula didalamnya itu yang membuat camilan jadi adiktif.

Misalnya, perasa keripik populer seperti garam dan cuka, keju, dan barbeque. Semuanya mengandung garam tinggi yang menjadi penyebab utama darah tinggi.

3. Lemak jenuh

Untuk menjaga kesehatan jantung, orang harus mengurangi lemak jenuh dan menghindari lemak trans. Ini terutama berlaku untuk orang dengan tekanan darah tinggi.

Lemak trans adalah lemak buatan yang meningkatkan umur simpan dan stabilitas makanan kemasan.

Namun, mereka juga meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) Anda, yang dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Lemak jenuh juga meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah.

Lemak jenuh banyak ditemukan pada produk hewani, antara lain susu dan krim penuh lemak, mentega, daging merah, serta kulit ayam.

AHA merekomendasikan pengurangan asupan lemak jenuh dan trans untuk membantu menjaga kesehatan jantung.

4. Gula

ilustrasi gulaIlustrasi gula. (iStockphoto/HandmadePictures)

Gula dapat meningkatkan tekanan darah Anda dengan beberapa cara.

Penelitian menunjukkan bahwa gula - dan terutama minuman yang dimaniskan dengan gula - berkontribusi pada penambahan berat badan pada orang dewasa dan anak-anak.

Kelebihan berat badan dan obesitas mempengaruhi orang-orang untuk tekanan darah tinggi.

Gula tambahan juga mungkin memiliki efek langsung pada peningkatan tekanan darah, menurut tinjauan pada 2014.

Satu studi pada wanita dengan tekanan darah tinggi melaporkan bahwa penurunan konsumsi gula sebesar 2,3 sendok teh dapat menyebabkan penurunan sistolik 8,4 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik 3,7 mmHg.

Sistolik adalah tekanan darah pada saat jantung memompa darah ke dalam pembuluh nadi (saat jantung berkontraksi). Sedangkan, diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung mengembang atau relaksasi.

AHA merekomendasikan batas gula tambahan harian berikut:

6 sendok teh, atau 25 gram, untuk wanita
9 sendok teh, atau 36 gram, untuk pria

5. Alkohol

Minuman beralkohol dapat sedikit meningkatkan tekanan darah Anda, tetapi jika minum terlalu banyak, tekanan darah dapat meningkat secara drastis.

AHA merekomendasikan bahwa pria dapat minum alkohol tidak lebih dari satu atau dua gelas sehari dan wanita tidak lebih dari satu gelas sehari.

6. Kafein

Ilustrasi pembuatan latteIlustrasi kopi. (Taylor Franz/StockSnap)

Kopi, teh, dan minuman berenergi sering kali disertai dengan kandungan kafein, yang dapat menyebabkan tekanan darah Anda meningkat.

Bagi orang dengan tekanan darah yang sehat, kafein bukanlah masalah. Namun, jika Anda menderita hipertensi, Anda disarankan untuk membatasi asupan kafein dan memilih kopi atau teh bebas kafein.

Selain menghindari makanan pemicu darah tinggi, Anda juga bisa menurunkan tekanan darah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kalium, seperti pisang.

Kalium dapat dengan cepat menurunkan tekanan darah, karena fungsinya yang mengimbangi efek natrium.

Makanan yang mengandung nitrat juga dapat menurunkan tekanan darah, termasuk bit dan jus delima. Makanan ini juga mengandung komponen menyehatkan kesehatan lainnya, termasuk antioksidan dan serat.

(agn/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK