4 Efek Samping yang Harus Diketahui dari Intermittent Fasting

CNN Indonesia | Minggu, 22/11/2020 14:01 WIB
Intermittent fasting (IF) menjadi salah satu jenis diet untuk menurunkan berat badan yang banyak dilakukan saat ini. Namun ada efek samping yang harus dipahami.
Jakarta, CNN Indonesia --

Intermittent fasting (IF) menjadi salah satu jenis diet untuk menurunkan berat badan yang banyak dilakukan saat ini. Sekilas mirip dengan puasa selama beberapa jam.

Jenis puasa ini memiliki banyak manfaat, termasuk menurunkan berat badan, mencegah diabetes, dan mengurangi risiko kanker. Banyak orang yang mengikuti IF mengatakan bahwa itu membantu mereka lebih menikmati makanan dan memahami perbedaan antara lapar dan mengidam. Itu juga membantu mereka menurunkan berat badan.

"Diet ini membuat Anda merasa baik karena Anda menghilangkan peradangan," kata Wendy Scinta, M.D., presiden Obesity Medicine Association dan anggota Prevention's Medical Review Board dikutip dari Prevention.


Hanya saja, puasa intermittent tidak untuk semua orang. Scinta tak merekomendasikannya untuk orang yang memiliki riwayat gangguan makan atau wanita hamil. Pasalnya, ada beberapa efek samping yang menyertai jenis diet penurun berat badan ini.

1. Hipoglikemik

Orang yang baru melakukan intermittent fasting pada awalnya mungkin akan merasa hipoglikemik atau kondisi yang disebabkan oleh kadar gula darah yang sangat rendah. Hal ini akan menyebabkan sakit kepala, detak jantung meningkat, pusing, sampai mual. Scinta mengungkapkan, suasana hati yang buruk juga bisa dialami orang yang melakukan diet ini.

"Ketika Anda tidak makan, pertama-tama tubuh Anda akan membakar glikogen (glukosa yang disimpan) di hati dan otot Anda (karena itu merasa teriritasi pada awalnya), kemudian akan mulai membakar lemak untuk bahan bakar," kata Frances Largeman-Roth , ahli nutrisi dan kesehatan, penulis Eating in Color.

Hanya saja ini hanya akan dialami di masa-masa awal. Ketika tubuh sudah mampu beradaptasi, maka hipoglikemia tak akan lagi terasa.

Namun, jika Anda terus merasa pusing atau pusing dari waktu ke waktu, Largeman-Roth mengatakan untuk makan sesuatu - meskipun itu camilan kecil.

"Menurunkan berat badan tidak tak boleh jadi alasan atau pembenaran untuk pingsan," katanya.

Scinta mengatakan bahwa dia sering menemukan bahwa orang-orang di IF kesulitan mendapatkan protein yang cukup, jadi ingatlah untuk makan secara teratur, termasuk makanan ringan, saat Anda tidak berpuasa. "Anda harus berusaha mendapatkan setidaknya satu gram protein per kilogram berat badan setiap hari," katanya.

2. Ngidam karbohidrat dan makanan cepat saji lebih sedikit

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK