Kenali 4 Jenis Gangguan Menstruasi

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 19:22 WIB
Gangguan menstruasi bisa sangat mengganggu. Ada beberapa jenis gangguan menstruasi yang perlu Anda ketahui. Ilustrasi. Gangguan menstruasi bisa sangat mengganggu periode haid. (Thinkstock/9nong)
Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa perempuan mengalami gangguan saat periode menstruasi. Gangguan menstruasi bisa sangat mengganggu. Kenali jenis-jenis gangguan menstruasi berikut.

Perempuan akan mengalami menstruasi setiap bulan. Dinding rahim mengalami pelepasan karena tidak ada proses pembuahan.

Ahli obstetri dan ginekologi, dr Kartika Cory menuturkan, siklus normal menstruasi berkisar 21-35 hari. Menstruasi normal berlangsung 3-7 hari dengan volume darah normal 40-60 mililiter atau sekitar 3-4 kali ganti pembalut dalam sehari.


Kartika mengatakan, penting untuk mencatat periode menstruasi untuk mendeteksi gangguan menstruasi sejak dini. "Kalau tahu dari awal haid enggak bener, ada gangguan bisa menghubungi dokter. Lebih cepat lebih baik," katanya saat sesi Halodoc Talks, Rabu (25/11).

Ada beberapa jenis gangguan menstruasi yang bisa dideteksi lebih awal jika Anda rajin mencatat, seperti berikut.

1. Kelainan pendarahan

Kelainan menstruasi bisa berupa kelainan pendarahan atau volume darah. Saat volume darah normal sekitar 40-60 mililiter, kelainan bisa berupa hipermenorea dan hipomenorea.

Hipermenorea merupakan kondisi pendarahan menstruasi lebih banyak dari volume normal. Anda mungkin tidak bisa mengukur volume darah dengan gelas ukur. Namun, Anda bisa mendeteksinya dari jumlah pembalut yang dipakai dalam sehari.

Hipomenorea, kondisi pendarahan menstruasi lebih sedikit dari normal. "Mungkin cuma sekali ganti pembalut, setelah itu tidak ada pendarahan lagi, itu perlu waspada," katanya.

2. Kelainan siklus

Beberapa orang mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Siklus bisa lebih cepat atau malah lebih lambat dari siklus normal.

Polimenorea merupakan siklus menstruasi akan lebih singkat atau kurang dari 21 hari. Akibatnya, perempuan seolah mengalami menstruasi dua kali dalam sebulan tetapi dengan volume darah relatif sama.

Oligomenorea merupakan siklus menstruasi lebih lambat. Bahkan, menstruasi bisa datang setelah 90 hari.

Sementara istilah amenorea merangkum kondisi menstruasi terhenti. Amenorea bisa terjadi secara alami atau konsumsi obat tertentu. Amenorea alami terjadi saat perempuan dalam masa kehamilan, menyusui, dan menopause.

3. Dismenore

Dismenore adalah gangguan kesakitan parah pada bagian perut bawah sebelum atau saat menstruasi. Dismenore biasanya disebut dengan nyeri haid. Nyeri haid terbilang normal saat menstruasi, tetapi saat rasa nyeri tidak tertahankan atau parah, sebaiknya konsultasi ke dokter.

Nyeri haid juga terkadang menjadi tanda endometriosis. Endometrium adalah tempat pelekatan sel telur yang sudah dibuahi. Saat tidak hamil, endometrium akan luruh saat menstruasi. Endometriosis terjadi jika jaringan yang seharusnya tumbuh di dalam rahim malah tumbuh di luar rahim.

"Endometriosis biasanya ditandai dengan nyeri hebat, juga bisa mengganggu kesuburan sehingga perlu dikonsultasikan untuk memperoleh terapi," ujarnya.

4. Metroragia

Pendarahan normalnya hanya terjadi saat tiba masa menstruasi. Namun, pendarahan yang terjadi di luar masa menstruasi disebut metroragia.

Penyebab metroragia cukup beragam, mulai dari ketidakseimbangan hormon, infeksi, miom, hingga kanker.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK