4 Alasan Tak Perlu Cukur Bulu Ketiak

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 05/12/2020 15:30 WIB
Bagi banyak wanita, rambut ketiak atau bulu ketiak hal yang dianggap mengganggu penampilan. Padahal tanpa disadari, rambut ini punya manfaat untuk tubuh Anda. Bagi banyak wanita, rambut ketiak atau bulu ketiak hal yang dianggap mengganggu penampilan. Padahal tanpa disadari, rambut ini punya manfaat untuk tubuh Anda.(iStockphoto/MrKornFlakes)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bagi banyak wanita, rambut ketiak atau bulu ketiak hal yang dianggap mengganggu penampilan. Belum lagi jika harus memakai baju tanpa lengan. Apa jadinya kalau rambut-rambut ketiak ini terlihat orang.

Padahal tanpa disadari, rambut-rambut ini punya manfaat untuk tubuh Anda.

"Rambut mencegah kulit dari iritasi saat bergesekan dengan sendirinya, melindungi dari pengelupasan di banyak area tubuh kita, terutama di area ketiak. Rambut juga mencegah berbagai serangan patogen seperti di area intim," jelas Rachel Nazarian, mengutip dari Well and Good.


Nazarian menambahkan jadi sebenarnya tidak ada yang salah dengan membiarkan rambut ketiak tumbuh. Berikut manfaat tidak mencukur rambut ketiak sebagai berikut.

1. Mengurangi risiko iritasi

Tidak mencukur rambut ketiak berarti menjauhkan kulit ketiak dari pisau cukur. Artinya, Anda meminimalisir risiko iritasi akibat kontak pisau cukur dengan kulit.

"Mencukur itu lebih problematik daripada tidak mencukur karena risikonya menimbulkan sayatan mikro pada jaringan dan meningkatkan risiko infeksi," kata Nazarian.

2. Mengawetkan 'aroma' alami tubuh

Di balik ketiak menyimpan aroma alami tubuh seseorang. Sudah jadi rahasia umum bahwa aroma alami berperan dalam menarik perhatian lawan jenis. Pernah gagal dalam berelasi tanpa tahu alasan yang jelas? Kecocokan sebagian didasarkan pada bagaimana tubuh bereaksi terhadap aroma mereka. Aroma ini timbul akibat feromon.

Melansir dari Insider, studi yang diterbitkan di Journal of the Royal Society of Medicine menyebut salah satu fungsi rambut tubuh adalah untuk melepas feromon. Salah satu jenis feromon pria, androstadienone, mampu meningkatkan libido wanita.

3. Mengurangi penyerapan bahan kimia

Kandungan alumunium pada deodoran juga antiperspiran sempat menyedot perhatian. Ini lantaran ada anggapan alumunium bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Meski belum terbukti secara luas, tapi Anda patut mempertimbangkan penggunaan deodoran maupun antiperspiran dengan kandungan alumunium.

Melansir dari Byrdie, mencukur bulu ketiak akan memperbanyak penyerapan bahan kimia termasuk alumunium. Tingkat kenaikannya mungkin kecil saja, dari 0,01 persen menjadi 0,06 persen. Namun tentu jika bahan kimianya lebih banyak, kenaikannya enam kali lipat.

4. Tidak berpengaruh pada bau

Ada anggapan yang beredar bahwa mencukur bulu ketiak akan mengurangi bau badan dan mengurangi volume keringat. Padahal dicukur atau tidak, ini tidak membawa pengaruh apapun. Justru yang penting, Anda menjaga ketiak tetap bersih agar tidak banyak bakteri menempel dan menimbulkan bau. Keringat berlebih juga bisa ditimbulkan pilihan material busana yang tidak bisa menyerap keringat dan sirkulasinya buruk.

(els/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK