SURAT DARI RANTAU

Menggigil Kedinginan di Kota Koboi

Sastya Dayu, CNN Indonesia | Minggu, 21/02/2021 17:28 WIB
Sejak Jumat pekan lalu kota Houston di Texas, AS, mengalami cuaca dingin yang ekstrem. Puncaknya Senin pekan ini, saat suhu mencapai -9 derajat Celcius. Suasana jalanan The Woodlands Parkway di Texas yang tertutup salju tebal pada Senin (15/2). (AP/Brett Coomer)

Rasanya merantau di Texas

Saya tinggal di Texas dalam rangka melanjutkan studi S2 di Rice University jurusan Master of Energy Economics. Sekarang saya sedang kerja praktek di salah satu perusahaan konsultan di Houston.

Tertarik dengan manajemen bidang energi dan pengembangan diri menjadi alasan saya kuliah lagi di sini.

Sebelum ke Texas, saya lulus dari jurusan Manajemen dan Bisnis di ITB dan sempat bekerja di salah satu perusahaan energi di Jakarta.


Setelah banyak mencari informasi, bidang S2 yang saya ingin jajal hanya ada di dua universitas; University of Aberdeen di Skotlandia dan Rice University di Houston, Texas.

Selain karena peringkat universitas yang lebih baik, saya memilih universitas di Texas karena keekonomian rasanya lebih cocok dipelajari di Amerika Serikat, negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Houston pun merupakan pusatnya industri energi dunia.

Di pesisir timur ada New York City yang dikenal dengan suasana kotanya yang selalu sibuk, sementara di pesisir barat ada Los Angeles yang lebih santai dan glamor. Houston yang identik dengan 'kota koboi' berada di tengah dan bisa dibilang mempunyai karakter unik tersendiri.

Warga lokal maupun pendatang yang saya kenal rata-rata berkarakter ramah dengan siapa saja. Banyak dari mereka yang sukses dalam hal pendidikan dan pekerjaan, tapi tetap rendah hati.

Makanan di sini juga beragam dan enak-enak! Istilah 'everything is bigger in Texas' yang bukan sekedar slogan, juga biaya hidup yang lebih terjangkau dibandingkan New York City dan Los Angeles membuat hidup di sini lebih nyaman menurut saya.

Suasana kota Houston di Texas, Amerika Serikat, saat cuaca dingin ekstrem melanda pada Senin (15/2).Suasana kota Houston di Texas, Amerika Serikat, saat cuaca dingin ekstrem melanda pada Senin (15/2). (Arsip Sastya Dayu)

Tips merantau ke luar negeri

Saat pertama kali datang ke Houston saya tak mengenal siapa-siapa. Tapi momen tersebut saya anggap sebagai latihan pendewasaan diri, sehingga saya membuka diri untuk berbincang dengan teman baru dari berbagai latar belakang. Alhasil saat ini saya cukup punya banyak teman mancanegara selain WNI yang juga merantau ke sini.

Kasus rasial dan pelecehan masih terjadi Texas dan di Amerika Serikat pada umumnya, namun saya bersyukur belum pernah mengalami hal tersebut.

Di tempat kerja saya, kasus rasial dan pelecehan akan ditanggulangi dengan serius. Karyawan bisa langsung melapor ke HRD dan sanksinya bisa sampai pemutusan hubungan kerja.

Bagi pembaca CNNIndonesia.com yang ingin merantau ke luar negeri, saya sarankan untuk selalu terbuka dengan kesempatan baru, bangun jaringan pertemanan seluas-luasnya, sehingga semakin banyak ilmu di luar tempat kuliah atau tempat kerja yang didapat.

Tak ada kata terlambat untuk keluar dari zona nyaman. Pun selalu jaga diri dan pintar membaca situasi.

Ketika baru mulai merantau ataupun saat sudah nyaman, jangan pernah lupakan asal muasal kita sebagai orang Indonesia dan pengamalan ilmu kita untuk kemajuan Tanah Air.

---

Surat dari Rantau adalah rubrik terbaru di CNNIndonesia.com. Rubrik ini berupa "curahan hati" dari WNI yang sedang menetap di luar negeri. Bisa mengenai kisah keseharian, pengalaman wisata, sampai pandangan atas isu sosial yang sedang terjadi di negara yang ditinggali. Tulisan yang dikirim minimal 1.000 kata dan dilengkapi minimal tiga foto berkualitas baik yang berhubungan dengan cerita. Jika Anda ingin mengirimkan cerita, silakan hubungi [email protected]

(ard)

[Gambas:Video CNN]
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK