Jarang Matahari, Peselancar Angin di Finlandia Mengakali Es

CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 14:50 WIB
Di Finlandia, laut bisa membeku selama berbulan-bulan. Pecinta selancar angin di sana kini punya cara untuk mengakali lautan yang membeku. Peselancar angin melintasi lautan yang membeku di Finlandia. (AFP/SAM KINGSLEY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Apa yang harus dilakukan jika Anda adalah penggemar selancar angin di negara di mana laut membeku selama berbulan-bulan dalam setahun?

Untuk sekelompok penduduk Finlandia, jawabannya adalah melengkapi papan selancar angin dengan sepatu seluncur es yang berpisau tajam, yang membantu meluncur mencapai kecepatan hingga 100 kilometer per jam.

"Saya menyebutnya mesin kebahagiaan," kata Feodor Gurvits seperti yang dikutip dari AFP pada Rabu (3/3), sambil menunjuk ke papan buatannya yang bertumpu pada tiga pisau sepatu seluncur es dan memiliki layar selancar angin.


"Mereka benar-benar membuat orang tersenyum, dan ini sungguh menyenangkan."

Persiapan

Gurvits dan sekitar setengah lusin peselancar es terlihat melintasi hamparan es Laut Baltik di lepas pantai Hernesaari Helsinki, mengenakan helm dan bantalan tubuh untuk mencegah benturan jika terjadi kecelakaan.

"Anda harus memiliki pegangan yang baik pada benturan, tapi selain itu cukup mudah berselancar di atas es dibandingkan saat musim panas," kata Esa Harjula.

Harjula secara teratur mengajarkan olahraga ini kepada kelompok pemula, dan mengatakan permintaan meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

"Sangat menyenangkan melihat orang belajar, bagaimana mereka bisa menguasainya dalam beberapa menit."

Dengan ketebalan 30 centimeter, es saat ini cukup kuat untuk dilintasi "truk kecil", kata Gurvits - meskipun sinar matahari yang hangat dan suhu 5 derajat Celcius berarti es mulai mencair di bagian yang lebih dangkal.

Nikmat

Peselancar es Mete Ciragan mencatat rekor kecepatan hari ini 71,6 kph dalam kecepatan angin 8 meter per detik.

"Rasanya luar biasa dan Anda kadang-kadang lupa bernapas," katanya. "Tapi Anda perlu berkonsentrasi di permukaan agar tidak menabrak dan jatuh."

"Dengan angin yang lebih ringan, Anda dapat melaju lebih cepat daripada di atas air, karena hambatannya jauh lebih sedikit," tambah Marianne Rautelin, mantan juara selancar angin Eropa yang juga mulai berselancar di atas es pada tahun 2009 dan sejak itu meraih kemenangan kejuaraan musim dingin.

Rautelin, yang secara teratur berselancar dengan suaminya Ian dan putrinya Riina, mengatakan dia tidak dapat memilih medan mana yang paling digemari, air atau es.

"Daya tarik di musim panas adalah ombak membuatnya lebih menantang, tetapi di musim dingin Anda bisa langsung meluncur," katanya.

Gurvits memperkirakan sekitar 1.000 orang saat ini berlatih selancar angin es, di antaranya sekitar 20 tampil di kejuaraan dunia, terutama tersebar di Nordik, Baltik dan Polandia, serta AS, Kanada, dan Rusia.

Pada 2017, dia memenuhi mimpinya untuk memenangkan World Ice Sailing Championship tetapi mengatakan dia belum mengemasi papannya.

"Ambisi saya adalah terus berlayar, menikmati rasanya, mencoba membangun perlengkapan yang lebih baik dan menjadi kompetitif, dan mencoba membuat orang lain bahagia juga."

(AFP/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK