Bahaya Tak Makan Sayur Saat Diet Menurunkan Berat Badan

tim, CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 17:03 WIB
Benarkah tak makan sayur bisa membantu diet untuk menurunkan berat badan? Berikut tanggapan ahli. (jill111/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Program diet artis Tya Ariestya menuai banyak kontroversi lantaran diet tanpa sayur untuk menurunkan berat badan. Pro dan kontra terjadi di dunia maya lantaran diet tersebut disebut tak mengonsumsi sayur.

Menanggapi hal tersebut, dokter gizi Fiastuti Witjaksono mengungkapkan bahwa pola diet tersebut tidaklah tepat.

"Pertama, seratnya tidak ada, jadi susah BAB, kalau enggak makan sayur dan harus makan yang lain karena kenyangnya terasa kurang," jelas Fiastuti.


Konsumsi sayuran merupakan hal penting, termasuk untuk diet menurunkan berat badan.

"Mungkin yang harus kita ketahui, sayur itu mengandung banyak nutrien misalnya pertama mengandung serat. Kedua, tiap sayur punya komponen tertentu," kata Fiastuti saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (2/3).

Dia mencontohkan, misalnya, wortel mengandung beta karoten yang berfungsi sebagai antioksidan.

Hal senada juga diungkapkan Ika Setyani, ahli gizi dari Mayapada Hospital Kuningan.

"Sayur itu kan sumber serat, vitamin, dan mineral. Jadi kalau menghilangkan sayur dalam tubuh yang ada nanti tubuh kekurangan serat, vitamin dan mineral yang ada di dalam sayur," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/3).

Serat dalam sayur tak cuma berfungsi untuk melancarkan pencernaan melainkan juga untuk mengikat lemak.

Selain itu, di dalam tubuh, serat dari sayur dan buah juga akan membentuk viskus (larutan kental) yang berfungsi membuat proses pengosongan lambung jadi lebih lama dan membuat perut kenyang lebih lama. Pada akhirnya konsumsi serat sayur dan buah akan mengurangi keinginan makan.

"Kalau mengambil serat dari buah bisa aja. Tapi kalau esensinya buat menurunkan berat badan ya tidak cocok karena kalori buah itu lebih tinggi daripada sayur."

Ditambahkan Fiastuti, serat dalam sayuran adalah serat tidak larut. Serat ini berfungsi membentuk massa feses.

"Jadi kalau kita banyak makan sayuran, massa feses akan cepat memenuhi usus, dia merangsang usus untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan ini."

Itu kemudian yang membuat sayuran membantu saluran pencernaan berfungsi dengan optimal.

"Banyak penelitian membuktikan orang yang tidak makan sayur, bahwa dia akan mudah kena penyakit, kolesterol tinggi, gula tinggi, sehingga orang yang tidak makan sayur, buah terutama akan mudah terkena penyakit jantung," tambahnya.

Fiastuti menjelaskan bahwa sayuran mengandung fitonutrien, atau nutrien yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

"Kalau kita lihat, sayur dengan volume yang cukup besar, serat tinggi, dia itu kalorinya kecil. Ini poin penting untuk penurunan berat badan," jelasnya.

Jadi bolehkah diet tanpa sayur?

"Prinsip diet itu bukan menghindari jenis makanan tertentu tapi mengatur jumlah makanan yang masuk ke tubuh dan tidak menghilangkan salah satu dari zat gizi yang diperlukan tubuh," kata Ika.

"Intinya sayur harus tetap ada, tapi untuk kondisi tertentu misal kaya lagi diare, ada penyakit tertentu yang butuh pengaturan khusus jangan dipukul rata semua," kata Ika. 

"Jadi diet itu memang personal, mau kembar sekalipun, pasti kebutuhan dietnya juga akan berbeda pengaturannya, termasuk diet tanpa sayur ini."

Tips Diet Sehat dan Seimbang

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK