4 Mitos dan Fakta Daging Kambing, Hipertensi-Gairah Seks

tim, CNN Indonesia | Minggu, 18/07/2021 11:10 WIB
Ada sejumlah mitos dan fakta daging kambing mulai dari memicu darah tinggi hingga meningkatkan gairah seks. Simak penjelasan ahli sebagai berikut. Ada sejumlah mitos dan fakta daging kambing mulai dari memicu darah tinggi hingga meningkatkan gairah seks. Simak penjelasan ahli sebagai berikut. (iStockphoto/Yamtono_Sardi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hari Raya Iduladha identik dengan beragam olahan daging kambing yang menjadi sajian favorit. Mulai dari sate, tongseng, gulai kambing, dan lainnya.

Namun di balik itu, ada sejumlah mitos dan fakta terkait daging kambing yang jadi primadona saat Iduladha.

Berikut lima mitos dan fakta soal daging kambing.


1. Picu darah tinggi atau hipertensi

Master of Science in Nutrician and Health Wageningen University Belanda, Ardy Brian Lizuardi mengatakan bahwa itu hanya mitos semata.

"Daging kambing tak punya efek untuk menyebabkan darah tinggi. Daging kambing tak ada bedanya daging lainnya," katanya dalam sebuah acara, Juli 2020.

Dia mengungkapkan bahwa selama ini daging kambing dikaitkan dengan kolesterol dan darah tinggi sebenarnya karena proses memasaknya.

Pasalnya, ketika memasak daging kambing, ada penambahan banyak garam dan juga santan kental, misalnya pada olahan tongseng atau gulai.

Sebelumnya, dokter spesialis saraf yang fokus pada kasus stroke, Amanda Tiksnadi mengatakan hal serupa bahwa bukan cuma daging kambing yang patut disalahkan dalam hal hipertensi.

Bumbu masakan seperti garam juga diketahui bisa menjadi penyebab stroke yang kerap tak disadari banyak orang.

"Mungkin bukan hanya pengaruh dari daging kambingnya sendiri, tetapi dari berbagai makanan lain, karena otomatis mengandung garam sehingga rasa lebih asin," kata Amanda, Agustus 2018.

Tingginya kadar natrium dalam garam menyebabkan retensi air dalam tubuh yang membuah volume pembuluh darah penuh terisi cairan. Akibatnya, lanjut Amanda, tekanan darah meningkat.

2. Tingkatkan libido pria

Daging kambing dan beberapa bagian dari jeroan kambing telah lama dipercaya dapat meningkatkan vitalitas, keperkasaan, hingga libido pria, seperti torpedo kambing serta empedu kambing.

Menanggapi hal tersebut, Seksolog Zoya Amirin mengatakan, secara klinis, umumnya daging kambing atau jeroan kambing tidak langsung membuat pria terangsang secara seksual. Melainkan efek panas yang ditimbulkan.

"Efek panas itu yang membuat orang berpikir bahwa itu adalah gairah seksual," papar Zoya ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Agustus 2019.

Menurut Medical News Today, daging merah seperti daging kambing memang memiliki suplemen arginin yang dapat meningkatkan aliran darah, sehingga menimbulkan efek panas dalam tubuh.

Namun, daging lain seperti daging ayam, atau bahkan kacang-kacangan sebenarnya juga mengandung arginin.

Zoya melanjutkan, justru makanan rempah-rempah seperti cengkeh atau buah pala, lebih bisa merangsang hasrat seksual. Memakan tiram juga dapat membantu meningkatkan rangsangan terhadap seksualitas karena tiram mengandung zinc yang sangat tinggi.

"Zinc diketahui dapat memberikan efek positif bagi proses reproduksi pria, seperti melindungi sperma dari bakteri dan membuat sperma lebih sehat," kata Zoya.

Simak mitos dan fakta terkait daging kambing lainnya di halaman berikut.

Tidak boleh dicuci

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK