Kota menarik lainnya, adalah Brisbane. Di sana, Pandji dkk pentas di salah satu gedung pertunjukan pertama di Australia. "Bangunannya tua dan artistik," Pandji berkomentar. Beijing juga cukup mengesankan baginya. Bukan hanya soal pentas, tetapi juga jalan-jalannya.
"Tembok China, gitu kan. Kami juga akhirnya bisa makan bebek peking di Peking. Bahkan kami mencoba kalajengking," ujarnya mengisahkan. Dua kota lagi, Los Angeles dan San Francisco baru akan dikunjunginya pada April 2015 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Syarat pertama memperbaiki kesalahan, adalah menyadari kesalahan," ucapnya bijak. Lanjutnya, "Menyadari bahwa tidak ada fasilitas untuk pengguna kursi roda. Menyadari bahwa pendidikan berantakan. Menyadari bahwa banyak pelanggaran hukum. Menyadari bahwa pemerkosaan bukan salah perempuan."
Selain lewat buku dan musik hip hop, humor sukses membantu penyiar radio itu mewujudkan cita-citanya melakukan sesuatu untuk Indonesia. Kini, ia bisa memenuhi gedung dengan tawa manusia, seperti sang idola, mendiang Robin Williams.
(rsa/vga)