Tidur Abadi Didi Petet di Bawah Rindang Beringin

Nadi Tirta Pradesha , CNN Indonesia | Jumat, 15/05/2015 13:14 WIB
Tidur Abadi Didi Petet di Bawah Rindang Beringin Didi Petet dimakamkan di depan makam sepupunya yang baru dimakamkan pada 11 Mei 2015, Arya Syarief S. (CNNIndonesia/Nadi Tirta Pradesha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Liang lahad di bawah rindang pohon beringin di TPU Tanah Kusir, Ciputat, Jakarta Selatan, menjadi tempat peristirahatan terakhir aktor kawakan Didi Petet.

Pemilik nama asli Didi Widiatmoko mengembuskan napas terakhir pagi ini, Jumat (15/5), seusai menunaikan salat Subuh. Sebelumnya ia mengeluh menderita asam lambung akibat stres.

Jenazah Didi dikebumikan pada siang ini usai salat Jumat dan salat jenazah, siang ini (15/5). Letak makam almarhum tidak jauh dari enam makam keluarga lainnya, di antaranya Hj. Nuraini Mahdati Hidayat, istri mantan Menteri Perindustrian Ms Hidayat.


Didi dimakamkan di depan makam sepupunya yang baru dimakamkan pada 11 Mei 2015, Arya Syarief S.

Menurut keterangan dari Masdi, salah satu penggali kubur, makam Didi sudah mulai digarap sejak jam 09.00 WIB.

Para penggali kubur sempat mengalami kesulitan untuk menggali, karena tanah makam Didi terhalang conblock tiga lapis dan akar Pohon Beringin.

Meninggalkan enam orang anak, peristirahatan terakhir aktor pemeran karakter Emon ini berlokasi tepat di bawah Pohon Beringin.

Tepatnya di blok khusus, A1 BL48, yang juga dekat makam salah satu tokoh perjuangan Indonesia, Bung Hatta.

Menurut pernyataan staf TPU Tanah Kusir, Zulkarnain, pihak keluarga Didi rencananya akan memakamkan almarhum sekitar pukul 15.00 WIB.

Kepergian Didi dinilai oleh para sahabatnya, Jajang C. Noer dan Slamet Rahardjo, sebagai kepergian yang baik.

"Dia orang baik, setengah mati baiknya. Tahun ini sepertinya Tuhan mengambil orang-orang yang baik ya," kata Jajang ketika melayat ke rumah duka.

Slamet Rahardjo pun sudah menganggap keluarga Didi sebagai keluarganya juga. Slamet berpesan kepada keluarga Didi agar selalu bangga karena telah memiliki sosok kepala keluarga dan bapak seperti Didi.

Dihubungi oleh CNN Indonesia melalui pesan singkat, sang anak, Nabila, mengatakan kalau sang bapak meninggal di pelukan ibunya.

Ia tidak mendapat pesan apa-apa, namun sempat ada pertanda aneh sebelum bapaknya berpulang seusai salat Subuh.

"Saat itu alarm mobil bunyi sendiri, tapi enggak lama mati," kata Nabila, yang juga kuliah di tempat sang bapak mengajar, Institut Kesenian Jakarta.

(ard)