"Saya ingin sekali band ini benar terwujud, dan karena saya kenal Bayu, Choky, Dewa karena main di Neonomora, jadi ya cabut-cabut aja dari sana," kata Bam ketika ditemui dalam sebuah kesempatan oleh CNN Indonesia.
Bam sebelumnya telah menjadi produser penyanyi pendatang baru, Neonomora. Dan band yang mendampingi sang biduan juga telah dikenalnya dengan sangat baik. Bayu menggambarkan mereka semua sudah saling tertarik untuk bersama membuat band terpisah dari Neonomora.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan nama Elephant Kind diakui Bam terinspirasi dari sebuah kicauan di twitter tertulis, "An elephant can die from a broken heart". Selain itu ia juga mengaku kagum akan kekuatan makhluk bergading tersebut yang masih sanggup berdiri meski telah mati.
Ketika lagu EK dilantunkan dan didengar dengan seksama, maka akan terdengar beragam campuran instrumen lintas genre yang tercampur secara ajaib menjadi lagu yang enak didengar.
Hal ini lantaran masing-masing personelnya memiliki kecenderungan musik saling bertolak belakang. Bam memiliki kegemaran mendengarkan rap dan hip hop, Bayu menyukai aliran punk, Dewa asik dengan EDM, dan Choky dengan gaya 1970-an.
"Makanya suka ribut kalau sedang mengendarai mobil bareng, tidak ada yang mau saling dengar lagu satu-sama lain, peluangnya bisa satu banding sepuluh ribu kayaknya," kata Bam sambil tertawa. "Tapi kami lebih senang disebut band bergenre pop," lanjutnya.