Kapolres Gianyar: Sesi 1965 Dibatalkan Panitia, Bukan Polisi

Anggi Kusumadewi, CNN Indonesia | Minggu, 25/10/2015 15:15 WIB
Kapolres Gianyar: Sesi 1965 Dibatalkan Panitia, Bukan Polisi Ilustrasi. (Pixabay/JamesDeMers)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Kepolisian Resor Gianyar, Ajun Komisaris Besar Farman, mengklarifikasi soal ditiadakannya seluruh sesi 1965 pada acara Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) yang bakal digelar 28 Oktober-1 November di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

“Tidak ada intervensi dan larangan (di acara UWRF). Program (1965) dibatalkan oleh panitia, bukan polisi,” kata AKBP Farman kepada CNN Indonesia, Minggu (25/10).

Menurut Farman, dia memberi masukan kepada panitia, bukan mengeluarkan perintah larangan. “Sudah dari jauh hari kami (Kepolisian) mengoordinasikan dan mengimbau supaya hal-hal terkait SARA (suku, agama, ras, antargolongan) tidak dilaksanakan dan dimasukkan ke dalam program,” ujarnya.
Panitia UWRF, kata Farman, memberitahukan kepada polisi bahwa mereka membatalkan diskusi bertema 1965 pada Kamis, 22 Oktober.


“Tanggal 22 itu panitia menggelar rapat, mengundang Kepolisian, Kejaksaan, Kodim, Pemda. Mereka memaparkan sudah membatalkan program ini, ini, dan ini. Kemudian tanggal 23 saya pastikan lagi, saya undang panitia ke kantor (polisi), betul tidak (program 1965) dibatalkan? Saya tanya mana program yang mau jadi jalan dan mana yang enggak,” kata Farman.

Ia menyatakan panitia, ketika mengurus izin penyelenggaraan acara, tidak membeberkan secara detail program-program apa saja yang akan digelar sepanjang pelaksanaan UWRF.

“Jadi (program 1965) itu tak sesuai izin. Kalau dari semula panitia mengatakan akan memutar film The Look of Silence, tentu langsung kami imbau untuk tak diputar sejak awal. Jadi dari awal Polres Gianyar, Polda Bali, dan Mabes Polri tidak tahu ada pemutaran film itu,” ujar Farman.

Menurut dia, ada ketidakterbukaan panitia kepada Kepolisian. “Panitia pun minta maaf ke kami,” kata Farman.
Rangkaian acara bertema 1965 yang ditiadakan di UWRF meliputi tiga diskusi panel, satu pemutaran film, pameran, dan peluncuran buku. Tiga diskusi yang dibatalkan itu berjudul 1965, Bearing Witness; 1965, Writing On; dan 1965, Bali.

Sementara film yang batal diputar ialah The Look of Silence (Senyap) karya Joshua Oppenheimer. Seluruh pembatalan ini, menurut Direktur UWRF Janet DeNeefe, merupakan tamparan besar bagi panitia. Ia menyebut hal ini sebagai sensor dari otoritas.
Panitia sebelumnya mengatakan pembatalan seluruh sesi 1965 dilakukan berdasarkan masukan dari pihak keamanan dan pemerintah setempat. Pantia menyebut memilih “Mengalah demi keberlangsungan Festival ke depannya.”

“Sejak awal sudah ada keberatan dari pemerintah lokal,” kata Hanna Nabila, Koordinator Media UWRF 2015. Keberatan terutama ditujukan pada segala tema program terkait 1965.

Tema 1965 menguat karena tahun ini bertepatan dengan peringatan G30S. Tema serupa pun menjadi bahasan utama pada Frankfurt Book Fair.

Pada 1965, pembunuhan massal terjadi di berbagai daerah di Indonesia yang dipicu oleh peristiwa G30S, yakni tragedi berdarah pada 30 September malam di mana tujuh perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh.