Sosok 'A' dari Kasus B.I Eks 'iKon' Diduga Han Seo Hee

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 20:06 WIB
Sosok 'A' dari Kasus B.I Eks 'iKon' Diduga Han Seo Hee Masalah yang menimpa B.I eks iKon tampaknya tak akan selesai dalam waktu singkat. (screenshot via Instagram/@shxxbi131)
Jakarta, CNN Indonesia -- Identitas sosok A yang berbincang dengan B.I leader grup iKon mengenai pembelian narkoba diduga adalah Han Seo Hee, seorang trainee YG Entertainment.

Sebelumnya, Han Seo Hee menjadi pembicaraan setelah diketahui terlibat dalam kasus ganja T.O.P Big Bang pada 2016. Selain disebut dua kali merokok ganja bersama T.O.P, Han Seo Hee juga dituduh membeli LSD dalam dua kesempatan berbeda.


Atas tindakan itu, Han Seo Hee menerima hukuman berupa empat tahun masa percobaan, dengan kemungkinan tiga tahun penjara jika dia melakukan pelanggaran selama masa percobaan. Pengadilan Distrik Pusat Seoul juga memerintahkan 120 jam rehabilitasi narkoba.


Soompi melaporkan, polisi disebut menemukan pesan berbalas antara Han Seo Hee dan B.I di ponsel wanita 24 tahun itu. Ketika ditanya apakah dia mengantar LSD pada B.I, Han Seo Hee sempat mengiyakan. Dia mengantarnya pada 3 Mei 2016 ke depan asrama iKon. Namun kemudian, dalam sesi berbeda dia mengubah pernyataannya, mengatakan benar mereka membicarakan soal narkoba, tetapi dirinya tak pernah mendapatkan LSD untuk B.I.

Setelah obrolan tersebut bocor, B.I meminta maaf secara terbuka dan mengumumkan pengunduran diri dari iKon. Hal ini disusul oleh konfirmasi dari YG Entertainment, bahwa mereka telah menghentikan kontrak eksklusif dengan B.I.

Menanggapi pemberitaan terkait Han Seo Hee, seorang polisi mengatakan, "Media yang membuka identitas dari individu yang mengobrol dengan B.I. Kami tak dapat mengungkapkan siapa A itu."


Kasus ini menjadi semakin ricuh setelah sosok A disebut melapor ke Komisi Anti-Korupsi dan Hak Sipil dengan kecurigaan YG Entertainment dan polisi punya 'urusan' rahasia berdasar apa yang terjadi dengan kasus Seungri dan Burning Sun.

Sebuah sumber dalam mengatakan, A memutuskan menyerahkan dokumen rahasia itu setelah melihat kasus Burning Sun yang belum terselesaikan dengan jelas. "Sejauh yang saya tahu, meskipun dia [A] bisa dihukum [karena penggunaan narkoba], dia memberikan dokumen itu setelah curiga ada hubungan antara Burning Sun dengan polisi," ujarnya.

Komisi Anti-Korupsi dan Hak Sipil disebut segera membentuk tim khusus untuk meninjau laporan itu. Jika ternyata informasi yang dimuat adalah kredibel, mereka akan melanjutkan kasus ke polisi atau penuntut. Di Korea, melapor ke Komisi memang dimungkinkan secara anonim. (rea)