Yamato hingga O-Kiku, Lika-liku Bias Gender Dunia One Piece

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Sabtu, 25/07/2020 11:29 WIB
Di tengah petualangan One Piece, pembaca kerap kebingungan akan jenis kelamin sejumlah karakter. Namun, Eiichiro Oda selalu punya cara untuk menjawabnya. Ilustrasi. (Courtesy of Shueisha)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pembaca One Piece kebingungan ketika chapter 984 mengungkap fakta bahwa sosok anak Kaidou, Yamato, ternyata laki-laki. Kebingungan ini membuka kembali perdebatan bias gender dalam manga populer tersebut.

Perdebatan terakhir ini bermula pada chapter 977. Di babak tersebut, sosok anak Kaidou untuk pertama kalinya disebut dan langsung menjadi bahan perbincangan fan di berbagai platform.

Ada yang mengatakan bahwa anak Kaidou adalah Charlotte Katakuri alias anak dari Big Mom. Spekulasi ini berkembang berdasarkan kesamaan pakaian yang digunakan Katakuri dan Kaidou.


Namun, teori itu terbantahkan dengan sendirinya saat Yamato muncul dengan menggunakan topeng Hannya di chapter 983.

Sosok yang diperlihatkan saat itu jauh berbeda dengan Katakuri. Teori lain yang muncul kemudian bahkan menyatakan Yamato adalah Kozuki Oden.

Teori lain itu muncul karena Yamato memiliki dandanan mirip Oden, seperti tali di bagian belakang dan rantai di pergelangan tangan.

Eiichiro Oda lagi-lagi mematahkan teori liar itu dengan langsung memperlihatkan wajah Yamato di chapter selanjutnya.

Wajah Yamato tidak sesangar Katakuri dan tak segagah Oden, melainkan digambarkan seperti perempuan cantik dengan rambut panjang dan tanduk yang sangat mirip dengan milik Kaidou.

Boks nama pun seakan mengonfirmasi bahwa Yamato adalah anak perempuan Kaidou karena tertulis "Kaidou's Daughter". Namun, kejanggalan justru muncul di sini.

Saat sosoknya disinggung pada chapter 977, Kaidou menyebut Yamato dengan "my son" yang dalam bahasa Indonesia berarti anak laki-laki.

Kaido (anime One Piece)Kaidou. (Toei Animation via Imdb)

Penyebutan "son" tersebut kembali terulang di chapter 979 saat Kaidou meminta anak buahnya, Tobiroppo alias The Flying Six, untuk mencari Yamato.

Di salah satu panel, Kaidou menyebut Yamato dengan "my idiot son", lagi-lagi berarti anak laki-laki.

Puncaknya pada chapter 983, saat Yamato berpapasan dengan Luffy. Yamato memperkenalkan diri dengan menyebut bahwa dia adalah "Kaidou's Son" atau anak laki-laki dari Kaidou.

Eiichiro Oda seakan mencoba menjawab pertanyaan fan di halaman terakhir chapter 984, saat Yamato sedang berbincang dengan Luffy.

Yamato yang digambarkan sangat mengidolakan Oden mengatakan bahwa dia sangat ingin menjadi Oden. Bukan hanya seperti, tapi benar-benar menjadi Oden. Dia mengatakan bahwa karena Oden adalah pria, maka dia juga akan memilih menjadi seorang laki-laki.

"Well, Kozuki Oden was a man, wasn't he? So I chose to be a man too!!!"

Tokoh Animasi One PieceYamato. (Courtesy of Shueisha)

Kata-kata itu terlontar dari mulut Yamato mengutip panel yang dirilis di situs resmi Mangaplus by Shueisha.

Kata-kata tersebut seakan mengonfirmasi bahwa Yamato terlahir sebagai seorang perempuan, tapi memutuskan untuk mengubah identitasnya menjadi laki-laki karena ingin menjadi Oden.

Perubahan identitas itu juga sepertinya diamini oleh sang ayah sehingga saat ini Kaido selalu menyebut Yamato sebagai anak laki-laki alih-alih perempuan.

Lika-liku isu gender

Ini bukan kali pertama isu gender membingungkan penggemar One Piece. Problematika ini sudah mencuat sejak chapter 154 yang dirilis 2 Oktober 2000 alias hampir 20 tahun lalu.

Di chapter itu, sosok Bon Clay diperkenalkan sebagai Okama yang memakan buah iblis Mane-Mane. Okama dalam bahasa Jepang berarti banci dan Bon Clay memang digambarkan sebagai seorang pria dengan sifat feminin dan dandanan layaknya perempuan.

Lompat ke chapter 537 yang dirilis 30 Maret 2009, Eiichiro Oda memperkenalkan sosok Emporio Ivankov ke para penggemar One Piece.

Karakter One Piece IvankovIvankov. (Courtesy of Shueisha)

Ivankov adalah raja Kerajaan Kamabakka yang berisi orang-orang transgender. Ivankov sendiri digambarkan sebagai pengguna buah iblis Horu-Horu yang memungkinkan dia menginjeksi berbagai jenis hormon ke tubuh manusia.

Salah satu hormon yang sering dia gunakan adalah testosteron dan estrogen, yang mampu mengubah seorang pria menjadi perempuan, begitu juga sebaliknya.

Begitu sering Ivankov menyuntikkan hormon itu, ia pun kerap berganti kelamin dalam waktu singkat. Ia sempat melegitimasi keputusannya itu dalam salah satu bagian cerita.

"Seorang pria, seorang perempuan, atau seorang Okama (banci), kalian harus jadi apapun yang kalian mau," katanya.

Ia juga berkata, "Untuk pihak yang hidup di perbatasan seperti saya, bukan, seperti kita semua, konsep gender tidak berarti apa-apa."

Ratusan chapter setelah Ivankov dan pasukan "new-kama"-nya, sosok yang memicu perdebatan soal gender kembali muncul di Arc Wano.

Karakter One Piece O-KikuKikunojo. (Courtesy of Shueisha)

Karakter Kikunojo atau o-Kiku yang awalnya diperkenalkan sebagai seorang perempuan ternyata sebenarnya pria. Ia adalah adik dari Izou, salah satu anak buah Shirohige yang memiliki penampilan seperti perempuan, tapi sebenarnya pria.

Karakter Kiku dan Izou ternyata terinspirasi dari sosok onnagata alias aktor laki-laki yang memerankan karakter perempuan. Secara tidak langsung, keduanya dianggap sebagai laki-laki yang berdandan seperti perempuan.

Bedanya, Izou masih memperlihatkan sifat maskulin, sedangkan Kiku seperti sudah sepenuhnya menjadi perempuan. Pada chapter 948, Kiku akhirnya menutup perdebatan dengan mengatakan bahwa dia laki-laki dengan jiwa perempuan di dalam hati.

(has)