Gagal Jaga Jarak, Konser Drive-in The Chainsmokers Dikritik

CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2020 16:00 WIB
Konser drive-in The Chainsmokers di New York pada Sabtu (25/7) lalu menuai kritik karena dianggap gagal menerapkan jaga jarak di tengah pandemi Covid-19. Konser drive-in The Chainsmokers di New York pada Sabtu (25/7) lalu menuai kritik karena dianggap gagal menerapkan jaga jarak di tengah pandemi Covid-19. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Konser drive-in The Chainsmokers di Southampton, New York, pada Sabtu (25/7) lalu menuai kritik karena dianggap gagal menerapkan jaga jarak di tengah pandemi Covid-19.

Gelombang kritik ini muncul setelah sejumlah warganet mengunggah video ketika menghadiri konser drive-in tersebut, termasuk pengguna Twitter bernama Rex Chapman.

Dalam video berdurasi dua detik yang ia unggah itu terlihat penonton tidak menjaga jarak dan beberapa tak mengenakan masker.


"The Chainsmokers menggelar konser 'drive-in' kemarin malam. Tidak ada social distancing selama pandemi. Mungkin kita akan celaka," tulis Rex.

Sebagaimana dilansir NME, konser itu sebenarnya dirancang dengan penerapan social distancing di mana penonton menyaksikan penampilan musisi dari dalam mobil.

Penonton juga bisa menyaksikan dari luar mobil, tapi tetap berada di area tempat parkir yang sudah ditandai untuk satu mobil seluas 6 X 6 meter atau 6 X 4,5 meter.

Selama konser berlangsung, penonton hanya diperbolehkan keluar dari batas tersebut apabila ingin ke toilet. Penonton juga diwajibkan menggunakan masker gratis yang diberikan sebelum konser berlangsung.

Namun, tim produksi gagal menerapkan aturan itu di lapangan. Kejadian ini pun menjadi sorotan dokter Howard Zucker dari Kementerian Kesehatan AS yang akhirnya mengirimkan surat ke Supervisor Kota Southampton, Jay Schneiderman.

Berdasarkan laporan Washington Post, surat itu meminta Schneiderman untuk memberikan rincian tambahan izin acara.

"Saya bingung bagaimana Kota Southampton bisa mengeluarkan izin untuk acara seperti itu. Bagaimana mereka bisa percaya itu legal dan bukan ancaman nyata bagi masyarakat?" tulis Zucker.

Ia melanjutkan, "Apa yang dilakukan pejabat kota setempat dalam konser itu dan mengapa konser tersebut dibiarkan berlanjut ketika sudah terlihat jelas melanggar peraturan?"

Namun, Billboard melaporkan bahwa penyelenggara konser The Chainsmokers, The Know Experiences dan Invisible, menyatakan video itu diambil dari sudut yang tidak tepat sehingga penonton terlihat tidak menerapkan protokol kesehatan.

Mereka mengklaim sudah melakukan berbagai hal untuk menerapkan jaga jarak. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan pihak berwenang setempat dan nasional untuk menjaga kesehatan setiap orang.

Selama acara berlangsung, penonton juga diingatkan untuk menjaga jarak setiap 30 menit sekali. Sejumlah petugas keamanan bahkan berkeliling area konser untuk mengingatkan penggunaan masker dan menjaga jarak antar-penonton.

(adp/has)