Tujuh Tahun Absen Karya, The SIGIT Rilis Single Another Day

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 15:20 WIB
Setelah tujuh tahun tidak merilis karya, The SIGIT akhirnya melepas single anyar bertajuk Another Day yang bakal jadi pembuka jalan untuk album baru. Setelah tujuh tahun tidak merilis karya, The SIGIT akhirnya melepas single anyar bertajuk Another Day yang bakal jadi pembuka jalan untuk album baru. (Dok. Refantho Ramadhan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah tujuh tahun tidak merilis karya, The SIGIT akhirnya melepas single anyar bertajuk Another Day yang bakal jadi pembuka jalan untuk album baru.

Berdasarkan siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (3/8), The SIGIT merilis versi digital Another Day pada pekan lalu. Setelah itu, bentuk fisik berupa kaset akan menyusul lewat paket eksklusif dan terbatas.

Band asal Bandung itu menyatakan bahwa lagu baru berdurasi hampir empat menit ini merangkum perkembangan musik mereka.


"Perjalanan perkembangan musik The SIGIT bisa disimak lewat Another Day, lagu yang berdurasi 3:56 menit ini," demikian pernyataan The SIGIT.

Unit yang dihuni Donar Armando, Farri Icksan, Aditya Bagja, dan Rektivianto Yoewono ini tidak sendiri dalam menggarap Another Day. Mereka dibantu Absar Lebeh yang juga membantu The SIGIT saat tampil di panggung.

Bila diperhatikan, Another Day masih terdengar sama dengan karya-karya The SIGIT yang terdahulu. Komposisinya masih padat dengan dominasi lick gitar, sedikit synthesizer, dan suara drum yang terdengar 'mentah' tapi tetap enak.

Namun yang menarik, ada petikan gitar akustik bernuansa latin di awal lagu. Setelah itu, ada pula brass section di akhir lagu.

[Gambas:Youtube]

Lagu ini akan membuka jalan untuk album baru The SIGIT yang sedang dalam proses penggarapan.

Sepanjang karier bermusik, The SIGIT sudah merilis dua album penuh, yaitu Visible Idea of Perfection (2006) dan Detourn (2013). Kala merilis Detourn, The SIGIT sempat mengadakan konser di Bandung.

Selain itu, The SIGIT juga merilis tiga album mini, yaitu penamaan Self-Titled (2004), Hertz Dyslexia Part I (2009), dan Hertz Dyslexia Part II (2011).

(adp/has)