Neil Young Tuntut Trump karena Pakai Lagu untuk Kampanye

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 09:15 WIB
Musisi senior Neil Young menuntut Presiden AS, Donald Trump, karena menggunakan lagu karyanya untuk kampanye tanpa izin. Musisi senior Neil Young menuntut Presiden AS, Donald Trump, karena menggunakan lagu karyanya untuk kampanye tanpa izin. (Jay Blakesberg/Dok. Neil Young/Facebook)
Jakarta, CNN Indonesia --

Musisi senior Neil Young menuntut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, karena menggunakan lagu karyanya untuk kampanye tanpa izin.

Merujuk pada surat gugatan yang diunggah di situs resminya, Young menyatakan bahwa Trump menggunakan lagu Rockin in the Free World dan Devil's Sidewalk dalam kampanye di Tulsa tanpa izin.

Young pun menuntut "ganti rugi dengan jumlah maksimum berdasarkan hukum mengenai hak cipta."


Ia mengaku geram karena ia sudah berulang kali memperingatkan Trump agar tak menggunakan lagunya dalam kampanye. Young telah menyampaikan keluhan ini sejak Trump menggelar kampanye untuk pemilu pada 2015 lalu.

"Kampanye-kampanye tersebut benar-benar mengabaikan permintaan penggugat untuk tidak memainkan lagu-lagu dan tetap memainkan lagu-lagu itu meski tak ada izinnya," bunyi surat tuntutan itu.

"Aduan ini bukan untuk mencoreng hak dan opini warga Amerika, yang bebas mendukung kandidat pilihan mereka. Namun, penggugat tak bisa membiarkan musiknya digunakan sebagai lagu tema untuk kampanye yang memecah belah dan penuh kebencian."

Young bukan satu-satunya musisi yang melontarkan protes keras karena Trump menggunakan karya mereka dalam kampanye.

Sebelumnya, sederet musisi papan atas, mulai dari Mick Jagger, Blondie, hingga Lorde juga menandatangani surat terbuka untuk menyatakan penolakan atas penggunaan lagu karya mereka di kampanye politik.

Dalam surat itu, para musisi menuntut para politikus untuk meminta izin terlebih dulu jika ingin menggunakan musik mereka dalam kampanye. Para musisi juga memegang hak penuh untuk menolak atau menerima permintaan izin tersebut.

Surat terbuka ini dilayangkan setelah sejumlah musisi, termasuk The Rolling Stones, melontarkan protes keras terhadap Trump karena memakai lagu mereka tanpa izin dalam kampanye.

The Rolling Stones bahkan mengancam bakal menggugat Trump jika masih terus menggunakan lagu mereka dalam kampanye.

[Gambas:Video CNN]

Trump memang memainkan sejumlah lagu The Rolling Stones, seperti You Can't Always Get What You Want dan Start Me Up, dalam kampanye pemilu presiden pada 2016 lalu.

The Rolling Stones lantas mengirimkan permintaan resmi agar Trump berhenti menggunakan lagu mereka, layaknya tuntutan yang juga diajukan Adele, Neil Young, dan Steven Tyler.

Namun, Trump tetap menggunakan musik para musisi tersebut. Setelah menang pemilu dan mengambil sumpah Presiden pada Januari 2017, Trump bahkan hadir ke konser pelantikannya dengan diiringi lagu Heart of Stone milik The Rolling Stones.

(has/has)