Turah Parthayana, Vlogger yang Tersandung Dugaan Pelecehan

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 14:40 WIB
Nama Turah Parthayana menjadi sorotan karena dituding melakukan pelecehan seksual terhadap sesama mahasiswa di Tomsk, Rusia. Nama Turah Parthayana menjadi sorotan karena dituding melakukan pelecehan seksual terhadap sesama mahasiswa di Tomsk, Rusia. (Screenshot via instagram @turahparthayana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nama Turah Parthayana menjadi sorotan, pada Kamis (6/8), karena dituding melakukan pelecehan seksual terhadap sesama mahasiswa di Tomsk, Rusia.

Turah Parthayana merupakan seorang vlogger asal Denpasar, Bali yang telah bergabung di saluran YouTube sejak 19 Februari 2014.

Namun, ia baru aktif dan dikenal sekitar tiga tahun lalu berkat kontennya yang kerap memberi informasi terkait kehidupan selama berkuliah serta menetap di Tomsk, Rusia.


Pada 2018 lalu, Turah sempat berbagi ke sejumlah awak media terkait proses dirinya bisa berkuliah di Rusia dan mendapatkan beasiswa.

Menurutnya, ia mendapat beasiswa untuk lima tahun ke depan, dengan rincian satu tahun untuk mempelajari Bahasa Rusia, sedangkan empat tahun sisanya untuk menjalani beasiswa belajar di Rusia.

Selama menjalani masa itu, Turah memanfaatkannya untuk berbagi konten mulai dari mengenali kehidupan dan budaya masyarakat Rusia, khususnya kota Tomsk.

[Gambas:Youtube]

Selain itu, dia juga berbagi konten terkait perjalanannya di beberapa negara lain. Hasil dari vlog-nya itu disampaikan Turah ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan selama berada di Tomsk.

Hingga Kamis (6/8), Turah tercatat memiliki 1,16 juta subscriber dengan keseluruhan video miliknya sudah disaksikan lebih dari 135 juta kali.

"Halo, channel ini gak cuma tentang kehidupan Rusia tapi juga kehidupan di tempat atau negara-negara lainnya. Upload tiap minggu, kalau sibuk telat dikit upload-nya hehe. Salam dari Bali," tulisnya pada keterangan profil di YouTube.

[Gambas:Youtube]

Namun kini, Turah dihadapi dengan kasus pelecehan seksual. Dugaan pelecehan ini mengemuka setelah Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kota Arkhangelsk Sandi Saputra, membuat utas lewat akun twitternya (@sandi_sa119) pada Rabu (5/8) malam.

Dalam penuturannya, insiden ini terjadi tahun lalu. Sandi menuturkan kala itu setelah kejadian karena minimnya pertolongan, ketakutan pribadi, serta beberapa ancaman, maka korban memilih bungkam.

"Korban adalah mahasiswa S1 yang baru lulus SMA dan datang ke Rusia. Kejadian itu terjadi, ada proses ancaman, dia ditekan bahwa kasus ini tidak boleh keluar dari kotanya [menuntut ilmu], di Tomsk, Rusia," kata Sandi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (6/8).

Sementara itu, dugaan pelecehan itu pun sudah dikonfirmasi pihak manajemen Turah selaku pembuat konten (content creator).

Lewat utas di akun twitter, Jehian Panangian Sijabat yang menyatakan sebagai manajer Turah membenarkan rekannya tidak menyangkal adanya dugaan kasus pelecehan seksual ini.

CNNIndonesia.com telah menghubungi Jehian secara personal, namun belum mendapat respons. Kendati demikian, CNNIndonesia.com telah mendapatkan izin dari Asistan Manajer Turah, Diana, untuk mengutip utas yang dipublikasikan di twitter Jehian (@JehianPs) pada Kamis (6/8) pagi.

"Pada November 2019, Turah Parthayana tidak menyangkal pengakuan pelecehan seksual yang dilakukan olehnya," tulis Jehian dalam utas di Twitter.

(agn/end)

[Gambas:Video CNN]