Keluarga Bantah Ade Firman Hakim Meninggal karena Covid-19

CNN Indonesia | Jumat, 18/09/2020 12:25 WIB
Keluarga memastikan bahwa Ade Firman Hakim meninggal bukan karena virus corona karena hasil tes swab yang baru keluar menyatakan aktor itu negatif Covid-19. Keluarga memastikan bahwa Ade Firman Hakim meninggal bukan karena virus corona karena hasil tes swab yang baru keluar menyatakan aktor itu negatif Covid-19. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keluarga memastikan bahwa Ade Firman Hakim meninggal bukan karena virus corona karena hasil tes swab yang baru keluar menyatakan aktor tersebut negatif Covid-19.

"Ya, negatif," demikian keterangan adik Ade, Dai Tirta, melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com pada Jumat (18/9).

Dai kemudian mengatakan bahwa sejak usia belia, Ade memiliki riwayat penyakit asma. Beberapa tahun terakhir, Ade juga mengidap pneumonia. Riwayat penyakit tersebut yang kemudian menjadi penyebab kematiannya.


"Ade punya riwayat asma dari usia 10 tahun dan pneumonia dari 2012," kata Dai.

Manajer Ade, Rully Lubis, pun mengonfirmasi bahwa kliennya dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan dua tes swab.

Ade mengembuskan napas terakhirnya di usia 31 tahun, pada Senin (14/9), pukul 17.20 WIB.

Awalnya, ada dugaan Ade meninggal karena penyakit akibat virus corona atau Covid-19 karena gejala yang dideritanya. Rully mengatakan bahwa kondisi Ade sebenarnya sudah memburuk setelah demam sejak 11 September.

"Dia ada flek di paru-paru, lalu dirujuk ke RS Tarakan karena itu rumah sakit rujukan Covid, kan?" tutur Rully pada Senin (14/9).

Saat itu, Ade langsung menjalani tes penyakit akibat virus corona atau Covid-19. Belum keluar hasil tes swab tersebut, kondisi Ade kian turun pada akhir pekan lalu dan meninggal dua hari kemudian.

Aktor kelahiran 20 Oktober 1988 ini mengawali kariernya sebagai finalis Abang None Jakarta wilayah Jakarta Barat pada 2008, sebelum terjun ke dunia peran.

Sekitar dua tahun kemudian, ia mulai aktif bermain film. Bebek Belur menjadi film pertama yang ia bintangi, di mana ia beradu peran dengan sederet aktor senior, mulai dari Didi Petet, Slamet Rahardjo, Rima Melati, hingga Ida Kusumah.

Sejak saat itu, ia mulai rutin bermain film, seperti Soekarno (2013), Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015), Ayah Menyayangi Tanpa Akhir (2015), Midnight Show (2016), Salawaku (2016), Kalam Kalam Langit (2016), Ibu Maafkan Aku (2016), Bid'ah Cinta (2017), Night Bus (2017), 22 Menit (2018), Lima (2018), dan yang terbaru Ratu Ilmu Hitam (2019).

Selain aktif di film, Ade juga menekuni karier di panggung teater dengan terlibat dalam sejumlah pementasan Teater Abnon dan Teater Koma.

(agn/has)