Mengulik 5 Fakta dalam Kisah Drama Start-Up

CNN Indonesia | Minggu, 06/12/2020 11:45 WIB
Meski berangkat dari kisah fiktif, ada beberapa aspek dalam drama Start-Up yang diilhami kejadian di kehidupan nyata. Meski berangkat dari kisah fiktif, ada beberapa aspek dalam drama Start-Up yang diilhami kejadian di kehidupan nyata. (dok. tvN via hancinema.net)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selain kental dengan kisah percintaan, drama Korea Start-Up juga menyuguhkan tentang kehidupan karier hingga proses perjuangan para tokoh dalam merintis perusahaan startup.

Perjuangan tersebut dimulai dengan mencari modal, menawarkan ide hingga memasarkan produk mereka agar mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan bisnis rintisan yang sedang menjamur di Korea Selatan.

Meski berangkat dari kisah fiktif semata, ada juga beberapa aspek dalam drama ini yang diilhami kejadian dalam kehidupan nyata.


Berikut beberapa fakta yang ada di antara kisah drama Korea Start-Up:

1. SANDBOX

Drama Start-Up menyuguhkan perjuangan Seo Dal-mi, Nam Do-san, dan Wo In-jae dalam mengembangkan bisnis rintisan (startup) mereka agar lolos masuk ke SANDBOX, semacam Silicon Valley-nya Korea Selatan.

SANDBOX digambarkan sebagai lokasi prestisius buat calon pengusaha untuk mendapatkan mentoring, investor, dan kantor gratis guna mengembangkan usaha rintisan mereka.

Namun sejatinya lembaga bak surga bagi para pelaku bisnis rintisan Korea Selatan itu sejatinya tidak ada. Set lokasi SANDBOX mulai dari tampilan luar dan dalam dilakukan di sejumlah tempat di Korea Selatan.

Salah satu contohnya adalah ruangan kala Dal-mi hadir dalam seminar SANDBOX di episode pertama adalah dilakukan di Robot Land, Incheon.

Sementara itu bagian luar SANDBOX yang terlihat ketika para pemain melintasi jembatan, diambil di Pulau Nodeul, Seoul. Kru produksi mengubah sedikit bangunan dengan menambahkan logo SANDBOX di bagian atasnya.

Kemudian adegan yang menunjukkan bagian depan SANDBOX diambil di Oil Tank Culture Park di Mapo-gu, Seoul. Tempat ini adalah taman dan kompleks budaya yang dulunya merupakan depo minyak.


2. Dukungan Pemerintah Korea

Dalam salah satu adegan di episode awal Start-Up, Nam Do-san tampak melihat kliping berita berisi dukungan pemerintah Korea Selatan dalam pengembangan bisnis rintisan.

Klipingan itu sejatinya benar adanya. Melansir Tech in Asia, berdasarkan catatan Korea-Trade Investment Agency (KOTRA), pemerintah Korea Selatan menyuntikkan dana sebesar 1 triliun won atau Rp13 triliun untuk pengembangan startup.

Di sisi lain, pemerintah Korea Selatan juga menerapkan kebijakan fiskal yang mendukung, seperti pengurangan pajak pendapatan investasi dan pembebasan pajak, juga menyuburkan ekosistem startup.

Start-UpMeski berangkat dari kisah fiktif, ada beberapa aspek dalam drama Start-Up yang diilhami kejadian di kehidupan nyata. (dok: tvn)

Sementara itu SeoulZ menyebut, selain suntikan dana, beberapa kementerian Korea Selatan juga meluncurkan program untuk menjaring startup dari kalangan milenial yang dipersiapkan untuk menjadi mitra.

Salah satunya Kementerian UKM dan Startup Korea Selatan (Ministry of SMEs and Startups) yang menaungi program The Korea Institute of Startup and Entrepreneurship Development.

Program itu berfokus membantu startup mendapatkan investasi, melindungi teknologi, dan membantu mengembangkan prototipe.

Selanjutnya Kementerian Sains dan TIK Korea Selatan yang siap menggelontorkan anggaran hingga US$20 miliar untuk riset dan pengembangan startup yang bergerak di bidang AI, bioteknologi, jaringan 5G, dan teknologi luar angkasa.

[Gambas:Video CNN]



Fakta berikutnya dari kisah Start-Up ada di halaman selanjutnya..

 

Wawancara ekslusif Kim Seon-ho, pemeran Han Ji-pyeong dalam Start-Up, akan tayang perdana secara live-streaming di www.cnnindonesia.com pada Selasa 8 Desember 2020. Pantau terus media sosial CNN Indonesia untuk waktu penayangannya.

 

Tren Start-Up di Korea

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK