Tugu Selamat Datang, dari Henk Ngantung untuk Asian Games IV

CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2021 20:15 WIB
Tugu Selamat Datang ramai diperbincangkan setelah Mal GI diwajibkan membayar ganti rugi Rp1 miliar kepada ahli waris Henk Ngantung karena melanggar hak cipta. Tugu Selamat Datang ramai diperbincangkan setelah Mal GI diwajibkan membayar ganti rugi Rp1 miliar kepada ahli waris Henk Ngantung karena melanggar hak cipta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tugu Selamat Datang ramai diperbincangkan setelah Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat mewajibkan Mal Grand Indonesia membayar ganti rugi Rp1 miliar kepada ahli waris Henk Ngantung karena melanggar hak cipta.

Mal GI diwajibkan membayar ganti rugi kepada ahli waris yang terdaftar, yaitu Sena Maya Ngantung, Geniati Heneve Ngantung, Kamang Solana, dan Christie Pricilla Ngantung.

Tugu atau Monumen Selamat Datang ini merupakan salah satu ikon Kota Jakarta. Monumen di tengah Bundaran Hotel Indonesia ini memperlihatkan sepasang laki-laki dan perempuan tersenyum sambil menggenggam bunga, sementara tangan lainnya melambai.


Patung tersebut merupakan salah satu karya seni Henk Ngantung. Tugu Selamat Datang ini berdiri atas permintaan Presiden pertama Indonesia, Sukarno.

Saat itu, ia ingin menyambut para tamu serta atlet yang ikut serta dalam Asian Games IV pada 1962 di Jakarta. Perencanaan pembangunan Tugu Selamat Datang sejatinya telah digagas sejak 1959.

Hingga akhirnya, Henk Ngantung yang sedang menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta menghadap Sukarno dan menggambarkan sketsa Patung Selamat Datang.

Pose dan kata-kata selamat datang itu sendiri merupakan ide Presiden Soekarno yang dituangkan melalui coretan Henk Ngantung.

Dalam mengerjakan tugu tersebut, Henk Ngantung bekerja sama dengan tim pematung Keluarga Arca pimpinan Edhi Sunarso. Edhi disebut memberikan sentuhan bunga pada patung tersebut untuk menambah keramahan khas Indonesia.

Patung yang dibuat dari perunggu ini memiliki tinggi sekitar 5 meter dari kepala hingga kaki, serta lima meter dari kaki hingga tangan yang melambai.

Presiden Sukarno turut memperhatikan perkembangan pembuatan patung bersama Duta Besar Amerika Serikat, Howard P. Jones, dengan berkunjung ke sanggarEdhiSunarso.

Monumen Selamat Datang adalah sebuah monumen yang terletak di tengah Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa, 5 Januari 2016. Monumen yang didesaion oleh Edhi Sunarso ini berupa patung sepasang manusia yang sedang menggenggam bunga dan melambaikan tangan. CNN Indonesia/Safir MakkiMonumen Selamat Datang. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Pengerjaan patung seberat lima ton itu memakan waktu sekitar satu tahun. Patung Selamat Datang sengaja dihadapkan ke arah utara dengan maksud menyambut orang-orang ke arah Monumen Nasional.

Tugu Selamat Datang tersebut kemudian diresmikan Presiden Sukarno pada 1962. Hingga kini, Tugu Selamat Datang masih berdiri megah di jantung Kota Jakarta.

Di tempat itu, banyak masyarakat kerap menggelar aksi atau hanya sekadar berolahraga setiap Minggu pagi saat Car Free Day.

(chri/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK