Era ketika Amerika Ketakutan Menghadapi Kultus Sesat

CNN Indonesia | Minggu, 20/06/2021 08:37 WIB
Awal dekade '80-an, beragam teori konspirasi aliran sesat melakukan pelecehan massal terhadap anak-anak menyebar ke seluruh penjuru AS. Film The Exorcist. William Peter Blatty menerbitkan novel The Exorcist pada 1971 yang kemudian diadaptasi menjadi film pada 1973 dengan klaim dibuat dari kisah nyata. (Dok. Warner Bros Pictures via imdb.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat pernah mengalami masa ketika banyak orang tua diselimuti kecemasan, orang-orang sibuk mencari terowongan rahasia, polisi mengidentifikasi simbol pagan, hingga perusahaan pasta gigi berulang kali membantah jadi agen setan.

Awal dekade '80-an, beragam teori konspirasi kultus sesat melakukan pelecehan massal terhadap anak-anak menyebar ke seluruh penjuru AS. Acara bincang-bincang dan pemberitaan soal ini memicu ketakutan publik.

Pihak berwenang pun sibuk menyelidiki ratusan tuduhan. Fenomena itu begitu meluas dan dikenal dengan beberapa nama, seperti ritual abuse scare, satanic ritual abuse, dan masih banyak lagi. Tapi hanya satu nama yang kemudian begitu dikenal hingga saat ini, yakni satanic panic.


"Buktinya tidak ada tapi tuduhan pelecehan ritual setan (satanic ritual abuse) tidak pernah benar-benar hilang," kata Ken Lannig, mantan agen F.B.I yang menangani ratusan kasus ini.

"Ketika orang-orang sudah terlibat secara emosional dalam suatu masalah, akal sehat serta alasan sudah tidak ada lagi. Mereka percaya pada hal yang mereka inginkan dan perlu mereka percayai," tuturnya seperti dilansir New York Times.

1970-an: Bangkitnya Ketakutan pada Okultisme

Seperti dilansir Vox, beberapa hal menjadi pemicu lahirnya ketakutan pada okultisme dan satanisme atau kultus sesat pada akhir 1960-an dan 1970-an.

Salah satunya adalah pembunuhan yang dilakukan Manson Family pada 1969 yang mengejutkan AS. Ditambah dengan penerbitan The Satanic Bible oleh Anton LaVey pada tahun yang sama.

Menyusul hal itu, William Peter Blatty menerbitkan novel The Exorcist pada 1971 yang kemudian diadaptasi menjadi film pada 1973 dengan klaim dibuat dari kisah nyata. Film itu kemudian memengaruhi banyak masyarakat AS mengenai keberadaan setan.

The ExorcistFilm The Exorcist. (Dok. Warner Bros. Pictures via imdb.com)

Penerbitan Satanic Ritual oleh Anton LaVey pada 1972 juga memperkuat gagasan okultisme telah menjadi bagian rutin dari kehidupan banyak warga AS.

Dekade 70-an juga menjadi saksi kebangkitan John Todd, Hershel Smith, dan David Hanson yang mengklaim sebagai anggota satanis dan menyatakan dunia sedang dijalankan kultus penyihir dan setan. Termasuk Warnke yang mengatakan dunia penuh simbol okultisme.

Hal itu menarik perhatian banyak orang karena bersamaan dengan ramai pemberitaan pembunuhan berantai pada masa itu, seperti Zodiac Killer dan Alphabet Killer yang keduanya menggunakan pola ritual dan tidak ada satu pun yang berhasil ditangkap.

Ted Bundy, John Wayne Gacy, Hillside Stranglers, dan David Berkowitz yang juga dikenal sebagai Son of Sam juga memicu kepanikan massal karena sejumlah pembunuhan pada musim panas 1977 di New York.

Situasi makin horor ketika Bundy kabur dari penjara ...

horor berlanjut ke sebelah..

HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK