20 TAHUN SPIRITED AWAY

Suara-suara Sumbang yang Menghantui Spirited Away

CNN Indonesia | Minggu, 25/07/2021 15:02 WIB
Sebagian penikmat film dan pecinta anime menilai bahwa film Spirited Away yang digarap Studio Ghibli ini dipuji berlebihan. Sebagian penikmat film dan pecinta anime menilai bahwa film Spirited Away yang digarap Studio Ghibli ini dipuji berlebihan. (dok. Tokuma Shoten/Studio Ghibli/Nippon Television Network/Dentsu/Buena Vista Home Entertainment/Tohokushinsha Film Corporation/Mitsubishi via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mahakarya, kata yang tampak tepat untuk menilai fiilm anime Spirited Away. Bagaimana tidak, sejak dirilis pada 20 Juli 2001 silam sampai sekarang, Spirited Away masih saja dipuja sebagai film anime terbaik oleh mayoritas pecinta anime.

Belum berhenti di sana, tolok ukur lain adalah berhasil memenangkan Best Animated Feature Film dalam ajang penghargaan Academy Awards 2003 alias Piala Oscar. Spirited Away menjadi film anime berbahasa non-Inggris pertama dan satu-satunya yang memenangkan Oscar.

Berbagai hal positif yang dicapai Spirited Away membuat film ini dipuji habis-habisan oleh penikmat film dan pecinta anime. Mulai dari cerita yang unik, kritik sosial serta pesan moral yang ada di dalamnya, sampai visual yang bagus untuk film anime era awal 2000-an.


Lihat Juga :
20 Tahun Spirited Away
Review Film: Spirited Away

Sayangnya, sebagian penikmat film dan pecinta anime menilai bahwa film yang digarap Studio Ghibli ini dipuji berlebihan. Pasalnya, ada beberapa hal dalam film ini yang tidak sempurna, atau setidaknya bisa diperdebatkan.

Salah satunya adalah Spirited Away bukan karya Hayao Miyazaki yang benar-benar terbaik. Masih ada film Nausicaa of the Valley of the Wind (1984), Porco Rosso (1992), dan Princess Mononoke (1997) yang bisa dibilang tidak kalah dari Spirited Away.

Mengutip CBR, Spirited Away dianggap sebagai karya terbaik Miyazaki karena paling terkenal baik di Jepang mau pun negara lain. Sementara karya-karya Miyazaki lain yang tidak kalah bagus tidak mendapat kesempatan serupa dengan Spirited Away.

Ada pula yang berpendapat bahwa premis Spirited Away tidak benar-benar orisinal karena serupa dengan Alice in Wonderland (1951) dan The Wizard of Oz (1939), sama-sama fokus pada anak perempuan yang tidak sengaja masuk dalam dunia magis.

Dua film tersebut bukalah film yang benar-benar digarap dari nol, melainkan adaptasi novel. Alice in Wonderland diadaptasi dari Alice's Adventures in Wonderland (1865) karya Lewis Carroll dan The Wizard of Oz diadaptasi dari The Wonderful Wizard of Oz (1900) karya L. Frank Baum.

[Gambas:Youtube]

Suara-suara sumbang menghantui Spirited Away lanjut ke sebelah...

HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK