20 TAHUN SPIRITED AWAY

Deret Fakta Kaonashi di Spirited Away

CNN Indonesia | Minggu, 25/07/2021 12:30 WIB
Kaonashi alias No Face salah satu makhluk gaib paling terkenal dalam film animasi Spirited Away (2001). Kaonashi alias No Face salah satu makhluk gaib paling terkenal dalam film animasi Spirited Away (2001). (dok. Tokuma Shoten/Studio Ghibli/Nippon Television Network/Dentsu/Buena Vista Home Entertainment/Tohokushinsha Film Corporation/Mitsubishi via IMDb)

4. Kesepian

Sepanjang film, Kaonashi seakan digambarkan sebagai sosok antagonis. Seperti ketika ia menjebak mangsa dengan memberikan buitran emas kemudian memakan mangsa tersebut.

Hal itu sebenarnya ia lakukan agar bisa berkomunikasi dan berinteraksi. Dengan memakan mangsa tersebut, ia bisa menggunakan kemampuan berbicara mangsa tersebut. Seperti ketika ia memakan katak bernama Aogaeru.

Lihat Juga :
20 Tahun Spirited Away
Review Film: Spirited Away

5. Topeng terinspirasi dari Noh

Kaonashi mengenakan topeng berwarna dominan putih dengan sedikit garis berwarna ungu. Pada topeng tersebut juga terdapat lobang yang sesuai dengan posisi dua mata serta satu mulut.


Emma Hartman dari Ball State University menulis dalam Tradition vs. Innovation and the Creatures in Spirited Away yang terbit dalam jurnal Digital Literature Review vol 4 (2017), topeng tersebut terpinspirasi dari Noh. Noh sendiri merupakan seni drama dan tari klasik Jepang di mana pemainnya mengenakan topeng.

This photo taken on July 29, 2020 shows a mask displayed at the Kamakura Noh Theatre in the town of Kamakura in Kanagawa Prefecture, about one hour southwest of Tokyo. - The COVID-19 coronavirus pandemic has affected theatres across the world, but noh performers now face the ultimate question -- can the play that has been passed down for generations since the 14th century still survive after the pandemic? (Photo by Philip FONG / AFP) / TO GO WITH Japan-theatre-noh-virus-health, FOCUS by Natsuko FUKUENoh sendiri merupakan seni drama dan tari klasik Jepang di mana pemainnya mengenakan topeng. (AFP/PHILIP FONG)

6. Kapitalisme

Hartman juga mengungkapkan dalam jurnal tulisannya bahwa Kaonashi merupakan simbol dari kapitalisme dan keserakahan yang selalu menjadi bahan kritik Hayao Miyazaki dalam karya-karyanya.

"No Face [Kaonashi] adalah satu-satunya makhluk yang digambarkan dalam film sebagai monster, dan dia menakuti kami [demit/jin/arwah] di pemandian. Sebagai monster, No Face mewakili ketakutan menyerah pada pola pikir kapitalisme modern, seperti yang dianggap berasal dari para pekerja,"

Meski dalam film Kaonashi sempat menjadi monster yang menakuti seluruh penghuni pemandian, Chihiro tak merasa takut ketika berhadapan dengan makhluk itu. Menurut Hartman, adegan ini juga merupakan pesan tersembunyi dari Miyazaki.

"Chihiro mampu melawan keserakahan yang dialami orang lain saat berada di hadapan No Face. Chihiro mempromosikan kepatuhan pada tradisi Jepang yang mengutamakan keluarga daripada keuangan." tulis Hartman.

[Gambas:Youtube]



(adp/end)
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK