CERITA DI BALIK LAYAR

Perjalanan Panjang Hayao Miyazaki Ciptakan Spirited Away

CNN Indonesia | Minggu, 25/07/2021 17:02 WIB
Spirited Away lahir dari keinginan Hayao Miyazaki membuat film untuk anak perempuan berusia 10 tahun. Spirited Away lahir dari keinginan Hayao Miyazaki membuat film untuk anak perempuan berusia 10 tahun. (Getty Images via AFP/FRAZER HARRISON)
Jakarta, CNN Indonesia --

"Sutradara anime terhebat yang masih hidup".

Itulah predikat yang disematkan mantan petinggi Pixar Animation Studios, John Lasseter, untuk Hayao Miyazaki, salah satu pendiri Studio Ghibli sekaligus orang di balik sejumlah film anime legendaris.

Predikat itu tampak wajar, Miyazaki seakan selalu bisa melahirkan film anime yang sukses, baik sebagai karya seni atau pun produk bisnis. Setidaknya itu terbukti dari lima film yang ia tulis dan sutradarai, masuk deretan 10 film terlaris di Jepang sepanjang masa.


Salah satunya adalah Princess Mononoke yang mengantongi pendapatan sekitar US$183 juta hingga menjadi film anime terlaris di Jepang pada 1997 ketika pertama kali dirilis. Film ini juga memegang rekor film anime terlaris di Jepang sampai 2001.

Adalah Spirited Away yang merebut rekor itu dengan pendapatan sekitar US$305 juta. Film ini memegang rekor tersebut selama 19 tahun hingga akhirnya disalip Demon Slayer: Mugen Train (2020) dengan pendapatan sekitar US$363,9 juta.

Lihat Juga :
20 Tahun Spirited Away
Review Film: Spirited Away

Meski tak lagi berkuasa sebagai produk bisnis, Spirited Away tetap diperhitungkan sebagai produk seni. Miyazaki dan film ini masih saja mendapat pujian dari sineas dan penonton di berbagai belahan dunia, 20 tahun setelah film itu dirilis.

Spirited Away lahir dari keinginan Hayao Miyazaki membuat film untuk anak perempuan berusia 10 tahun. Keinginan itu muncul saat dirinya menghabiskan liburan musim panas di pondok milik keluarga yang berada di pegunungan bersama keluarga dan teman-temannya, anak-anak perempuan.

Ia memulai riset dengan membaca komik untuk remaja Jepang yang disebut shojo manga milik anak perempuan tersebut yang tertinggal di pondoknya. Ceritanya hanya berpusat pada hal yang berbau romantis. Sangat klise.

Cadangan

Cerita-cerita shojo manga bukanlah cerita yang diharapkan Miyazaki. Ia kemudian terpikir untuk membuat film tentang anak perempuan yang bisa menjadi sosok pahlawan dan dapat dihormati oleh anak-anak, terutama perempuan.

Spirited AwaySpirited Away lahir dari keinginan Hayao Miyazaki membuat film untuk anak perempuan berusia 10 tahun. (dok. Tokuma Shoten/Studio Ghibli/Nippon Television Network/Dentsu/Buena Vista Home Entertainment/Tohokushinsha Film Corporation/Mitsubishi via IMDb)

Sejatinya, Spirited Away hanya film cadangan yang ia ajukan untuk digarap. Pengajuan film pertama yang merupakan adaptasi dari buku Kiri no Mukō no Fushigi na Machi karya Sachiko Kashiwaba. Namun pengajuan itu ditolak.

Begitu pula dengan pengajuan film kedua, soal anak perempuan yang bisa menjadi sosok pahlawan. Hingga akhirnya ia mengajukan Spitited Away soal anak perempuan berusia 10 tahun bernama Chihiro yang mengalami petualangan magis.

Hampir setiap karakter dalam Spirited Away digambar langsung menggunakan tangan. Miyazaki mengawasi langsung animator-animator yang menggarap film ini agar hasil akhir dari karakter tersebut sesuai dengan keinginannya.

Di sisi lain, ia juga mampu meredam ego pribadi ketika memutuskan untuk menghapus banyak adegan demi cerita yang lebih singkat. Bila menuruti egonya, Spirited Away bisa berdurasi lebih dari tiga jam.

Tepat pada 20 Juli 2001 akhirnya Spirited Away rilis di Jepang. Pada awal film diperlihatkan bagaimana Chihiro secara tidak sengaja masuk ke alam gaib bersama kedua orang tuanya yang kemudian berubah menjadi babi.

Chihiro harus bertahan hidup di alam gaib dengan bekerja di pemandian milik penyihir bernama Yubaba. Ia kerap mengalami kejadian aneh lantaran pemandian itu selalu dikunjungi makhluk gaib dan dewa.

Bukan hanya sekadar mengisahkan petualangan Chihiro, Miyazaki menyisipkan sejumlah pesan tersembunyi dan kritik sosial. Yang paling krusial kritik terhadap eksploitasi seksual anak di bawah umur yang pernah terjadi di Jepang lewat Chihiro.

[Gambas:Youtube]



Kisah masih berlanjut ke halaman sebelah..

'Dampak Spirited Away itu Besar Banget'

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK