Kim Seon-ho berhasil bertahan bahkan bisa dibilang popularitasnya kembali hanya dalam hitungan pekan setelah badai skandal aborsi menerjang. (Arsip SALT Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kim Seon-ho menunjukkan fenomena baru dalam dunia hiburan Korea. Ia berhasil bertahan bahkan bisa dibilang popularitasnya membaik hanya dalam hitungan hari setelah badai skandal aborsi yang diungkap mantannya, Choi Young-ah.
Pertengahan Oktober lalu, saat fan belum lagi selesai melepas galau karena Hometown ChaChaCha berakhir, mereka dikejutkan dengan rumor pemaksaan aborsi oleh Kim Seon-ho yang diunggah Choi Young-ah ke forum online.
Seketika itu juga, sejumlah brand yang bekerja sama dengan Kim Seon-ho menghapus wajahnya dari media sosial. Beberapa tim produksi film memutuskan mencari pengganti Kim Seon-ho.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, situasi tersebut berubah dalam waktu singkat. Brand mulai memunculkan kembali wajah Kim Seon-ho di media sosial dan laman resminya. Proyek film sang aktor berlanjut.
Perubahan tren ini mulai muncul semenjak banyak pengakuan anonim soal Kim Seon-ho yang berisi bantahan klaim Choi Young-ah. Puncaknya, Dispatch merilis percakapan Kim Seon-ho dan Choi Young-ah dalam beberapa kali rilisan.
Semenjak Dispatch 'memihak' Kim Seo-ho, sejumlah pengiklan kembali memunculkan wajah bintang Hometown ChaChaCha itu. Bahkan, ia dikonfirmasi bergabung dalam sebuah proyek film bertajuk Sad Tropical bersama Go Ara yang dijadwalkan syuting akhir tahun ini.
Kepala Program Studi Bahasa Korea Universitas Gadjah Mada, Suray Agung Nugroho berpendapat bahwa kejadian yang dialami Kim Seon-ho ini adalah sebuah peristiwa langka.
"Kim Seon-ho ini unprecedented case buat Korea, karena biasanya artis yang kejeglong [terjatuh] itu enggak ada [yang bisa pulih] dalam waktu beberapa minggu," kata Suray kala berbincang dengan CNNIndonesia.com, Selasa (2/11).
"Makanya saya pas ditanya kenapa bisa begini saya juga bertanya is this happening in Korea? Karena biasanya Korea itu trademark-nya kalau sudah terpeleset, ya sudah [hancur]," ujar Suray.
Suray menjelaskan mayoritas artis Korea yang sulit memulihkan namanya setelah tersandung skandal. Hal ini karena pola pikir orang Korea yang masih konservatif, meskipun memiliki predikat sebagai negara maju.
Segala tindakan yang dianggap bertentangan dengan norma yang diyakini dalam masyarakat Korea akan sulit mendapatkan tempat di mata mayoritas publik. Hal ini pula yang mendorong cancel culture karena mereka yang 'berskandal' dinilai "tidak layak untuk tampil".
"Itu semacam hal yang biasa. Sebelum Kim Seon-ho, semua artis enggak bisa apa-apa. Mereka wajib tunduk sama aturan [norma]," ujar Suray.
Misal pada kasus Hong Seok-cheon yang sempat membuat publik Negeri Gingseng geger. Ia melela sebagai gay di sebuah acara televisi pada 2000 silam. Karena keberaniannya itu, ia diberhentikan dari berbagai acara televisi dan radio, juga 'dibuang' dari industri film.
Bahkan Hong Seok-cheon sampai 'minggat' dari Korea Selatan karena pengucilan yang ia terima dari berbagai sisi. Suray menyebut, Hong Seok-cheon menilai kepergian dirinya ke Amerika Serikat adalah karena merasa Korea tidak akan berubah.
Namun tak ada yang abadi di dunia fana ini. Perlahan, Hong Seok-cheon bisa kembali mencari nafkah meski bukan di dunia hiburan. Ia membuka restoran, dan perlahan bisnisnya berjalan yang sekaligus menjadi gerbang ia kembali ke dunia hiburan.
Perjuangan Hong Seok-cheon selama dua dekade untuk bertahan di dunia hiburan Korea yang keras kini membuahkan hasil, mulai dari membintangi drama Itaewon Class (2020) dan sejumlah acara variety show di Korea.
"Itu butuh puluhan tahun sampai dia bisa comeback. Kemudian ada artis yang enggak bayar pajak. Ada Song Hye-kyo. Sampai dia kena bully. Ada juga artis yang enggak wamil. Dia di-bully juga, tapi dia bisa comeback, walau lama," kata Suray.
Namun hal ini tidak berlaku dalam kasus Kim Seon-ho yang berhasil meraih kembali popularitasnya dalam waktu singkat.
lanjut ke sebelah...
Popularitas itu kembali hanya berselang sekitar dua pekan sejak terbongkar skandal aborsi terhadap mantan kekasihnya bernama Choi Young-ah pada 17 Oktober 2021.
Kim Seon-ho beberapa waktu lalu diklaim memaksa mantan kekasihnya untuk melakukan aborsi dan mengambil keuntungan darinya dengan alasan pernikahan.
Selang beberapa hari, Kim Seon-ho akhirnya buka mulut. Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (23/10) lalu, pemeran drama Hometown ChaChaCha ini meminta maaf pada mantan kekasihnya.
"Pertama-tama, saya ingin meminta maaf dengan tulus kepadanya melalui artikel ini. Saya minta maaf karena telah mengecewakan semua orang yang percaya kepada saya dan mendukung saya sampai akhir," tulis Kim Seon-ho.
Selain mengungkapkan permintaan maafnya kepada mantan kekasih, Kim Seon-ho juga meminta maaf karena sudah menyebabkan masalah untuk banyak orang karena kekurangan yang dimilikinya.
"Saya bisa berdiri sebagai aktor bernama Kim Seon-ho, tapi saya lupa poin itu."
"Saya ingin meminta maaf dengan tulus kepada semua orang yang terluka. Saya tahu bahwa tulisan bodoh saya tidak akan mencapai hati banyak orang, tetapi saya mengatakan ketulusan saya setidaknya dengan cara ini. Saya benar-benar minta maaf."
Setelah permintaan maaf itu keluar, Dispatch kemudian membongkar riwayat hubungan Kim Seon-ho bersama Choi Young-ah. Bukti-bukti yang ditampilkan membuat pandangan publik terhadap Kim Seon-ho berubah.
Netizen Korea yang semula mencaci Kim Seon-ho di media sosial, berbalik memuji aktor Hometown ChaChaCha tersebut karena dianggap berani mengakui perbuatannya. Termasuk sutradara dan pemilik perusahaan yang akhirnya kembali menggunakan Kim Seon-ho dalam proyek mereka.
"Makanya saya tadi bilang apakah ini sesuatu yang baru di Korea? Saya enggak berani bilang iya. Saya berani bilang semoga ini sebuah hal baru di Korea. Membawa pandangan bahwa artis itu juga manusia. Liatnya harus profesionalitas dulu. Kan sebaiknya begitu," ujar Suray.
Terlepas dari pro-kontra skandal yang menjerat sang artis, Suray menilai bahwa keinginan orang Korea untuk melihat sisi manusia dalam diri artis patut diapresiasi. Ia berharap kejadian ini akan membawa perubahan besar dalam pola pikir masyarakat Korea di masa mendatang.
"Semoga ini menandai suatu perubahan bagaimana masyarakat Korea melihat artis itu tidak bisa dipandang sebagai idol. Mereka juga manusia. Anggap saja tetangga kita punya masalah, oke nanti semoga dia bisa berubah. Itu saja." katanya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kim Seon-ho menunjukkan fenomena baru dalam dunia hiburan Korea. Ia berhasil bertahan bahkan bisa dibilang popularitasnya membaik hanya dalam hitungan hari setelah badai skandal aborsi yang diungkap mantannya, Choi Young-ah.
Pertengahan Oktober lalu, saat fan belum lagi selesai melepas galau karena Hometown ChaChaCha berakhir, mereka dikejutkan dengan rumor pemaksaan aborsi oleh Kim Seon-ho yang diunggah Choi Young-ah ke forum online.
Seketika itu juga, sejumlah brand yang bekerja sama dengan Kim Seon-ho menghapus wajahnya dari media sosial. Beberapa tim produksi film memutuskan mencari pengganti Kim Seon-ho.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, situasi tersebut berubah dalam waktu singkat. Brand mulai memunculkan kembali wajah Kim Seon-ho di media sosial dan laman resminya. Proyek film sang aktor berlanjut.
Perubahan tren ini mulai muncul semenjak banyak pengakuan anonim soal Kim Seon-ho yang berisi bantahan klaim Choi Young-ah. Puncaknya, Dispatch merilis percakapan Kim Seon-ho dan Choi Young-ah dalam beberapa kali rilisan.
Semenjak Dispatch 'memihak' Kim Seo-ho, sejumlah pengiklan kembali memunculkan wajah bintang Hometown ChaChaCha itu. Bahkan, ia dikonfirmasi bergabung dalam sebuah proyek film bertajuk Sad Tropical bersama Go Ara yang dijadwalkan syuting akhir tahun ini.
Kepala Program Studi Bahasa Korea Universitas Gadjah Mada, Suray Agung Nugroho berpendapat bahwa kejadian yang dialami Kim Seon-ho ini adalah sebuah peristiwa langka.
"Kim Seon-ho ini unprecedented case buat Korea, karena biasanya artis yang kejeglong [terjatuh] itu enggak ada [yang bisa pulih] dalam waktu beberapa minggu," kata Suray kala berbincang dengan CNNIndonesia.com, Selasa (2/11).
"Makanya saya pas ditanya kenapa bisa begini saya juga bertanya is this happening in Korea? Karena biasanya Korea itu trademark-nya kalau sudah terpeleset, ya sudah [hancur]," ujar Suray.
Suray menjelaskan mayoritas artis Korea yang sulit memulihkan namanya setelah tersandung skandal. Hal ini karena pola pikir orang Korea yang masih konservatif, meskipun memiliki predikat sebagai negara maju.
Segala tindakan yang dianggap bertentangan dengan norma yang diyakini dalam masyarakat Korea akan sulit mendapatkan tempat di mata mayoritas publik. Hal ini pula yang mendorong cancel culture karena mereka yang 'berskandal' dinilai "tidak layak untuk tampil".
"Itu semacam hal yang biasa. Sebelum Kim Seon-ho, semua artis enggak bisa apa-apa. Mereka wajib tunduk sama aturan [norma]," ujar Suray.
Misal pada kasus Hong Seok-cheon yang sempat membuat publik Negeri Gingseng geger. Ia melela sebagai gay di sebuah acara televisi pada 2000 silam. Karena keberaniannya itu, ia diberhentikan dari berbagai acara televisi dan radio, juga 'dibuang' dari industri film.
Bahkan Hong Seok-cheon sampai 'minggat' dari Korea Selatan karena pengucilan yang ia terima dari berbagai sisi. Suray menyebut, Hong Seok-cheon menilai kepergian dirinya ke Amerika Serikat adalah karena merasa Korea tidak akan berubah.
Namun tak ada yang abadi di dunia fana ini. Perlahan, Hong Seok-cheon bisa kembali mencari nafkah meski bukan di dunia hiburan. Ia membuka restoran, dan perlahan bisnisnya berjalan yang sekaligus menjadi gerbang ia kembali ke dunia hiburan.
Perjuangan Hong Seok-cheon selama dua dekade untuk bertahan di dunia hiburan Korea yang keras kini membuahkan hasil, mulai dari membintangi drama Itaewon Class (2020) dan sejumlah acara variety show di Korea.
"Itu butuh puluhan tahun sampai dia bisa comeback. Kemudian ada artis yang enggak bayar pajak. Ada Song Hye-kyo. Sampai dia kena bully. Ada juga artis yang enggak wamil. Dia di-bully juga, tapi dia bisa comeback, walau lama," kata Suray.
Namun hal ini tidak berlaku dalam kasus Kim Seon-ho yang berhasil meraih kembali popularitasnya dalam waktu singkat.
lanjut ke sebelah...
'Artis Juga Manusia'
Kim Seon-ho berhasil bertahan bahkan bisa dibilang popularitasnya kembali hanya dalam hitungan pekan setelah badai skandal aborsi menerjang. (Arsip SALT Entertainment)
Popularitas itu kembali hanya berselang sekitar dua pekan sejak terbongkar skandal aborsi terhadap mantan kekasihnya bernama Choi Young-ah pada 17 Oktober 2021.
Kim Seon-ho beberapa waktu lalu diklaim memaksa mantan kekasihnya untuk melakukan aborsi dan mengambil keuntungan darinya dengan alasan pernikahan.
Selang beberapa hari, Kim Seon-ho akhirnya buka mulut. Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (23/10) lalu, pemeran drama Hometown ChaChaCha ini meminta maaf pada mantan kekasihnya.
"Pertama-tama, saya ingin meminta maaf dengan tulus kepadanya melalui artikel ini. Saya minta maaf karena telah mengecewakan semua orang yang percaya kepada saya dan mendukung saya sampai akhir," tulis Kim Seon-ho.
Selain mengungkapkan permintaan maafnya kepada mantan kekasih, Kim Seon-ho juga meminta maaf karena sudah menyebabkan masalah untuk banyak orang karena kekurangan yang dimilikinya.
"Saya bisa berdiri sebagai aktor bernama Kim Seon-ho, tapi saya lupa poin itu."
"Saya ingin meminta maaf dengan tulus kepada semua orang yang terluka. Saya tahu bahwa tulisan bodoh saya tidak akan mencapai hati banyak orang, tetapi saya mengatakan ketulusan saya setidaknya dengan cara ini. Saya benar-benar minta maaf."
Setelah permintaan maaf itu keluar, Dispatch kemudian membongkar riwayat hubungan Kim Seon-ho bersama Choi Young-ah. Bukti-bukti yang ditampilkan membuat pandangan publik terhadap Kim Seon-ho berubah.
Netizen Korea yang semula mencaci Kim Seon-ho di media sosial, berbalik memuji aktor Hometown ChaChaCha tersebut karena dianggap berani mengakui perbuatannya. Termasuk sutradara dan pemilik perusahaan yang akhirnya kembali menggunakan Kim Seon-ho dalam proyek mereka.
"Makanya saya tadi bilang apakah ini sesuatu yang baru di Korea? Saya enggak berani bilang iya. Saya berani bilang semoga ini sebuah hal baru di Korea. Membawa pandangan bahwa artis itu juga manusia. Liatnya harus profesionalitas dulu. Kan sebaiknya begitu," ujar Suray.
Terlepas dari pro-kontra skandal yang menjerat sang artis, Suray menilai bahwa keinginan orang Korea untuk melihat sisi manusia dalam diri artis patut diapresiasi. Ia berharap kejadian ini akan membawa perubahan besar dalam pola pikir masyarakat Korea di masa mendatang.
"Semoga ini menandai suatu perubahan bagaimana masyarakat Korea melihat artis itu tidak bisa dipandang sebagai idol. Mereka juga manusia. Anggap saja tetangga kita punya masalah, oke nanti semoga dia bisa berubah. Itu saja." katanya.