Sebuah sumber di pasukan aliansi pemerintah Libya yang diakui secara internasional, berbasis di Libya timur, membantah klaim oleh pejabat di Tripoli—yang dikendalikan oleh pemerintah rival—bahwa pasukan dari timur yang telah menembakkan roket Grad ke arah Zawiya atau sebuah kilang minyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan roket Grad mendarat di dekat mobil para pekerja asing yang dalam perjalanan pulang setelah bekerja pada Minggu malam.
Wilayah Zawiya telah menjadi tempat pertempuran antara faksi yang bertikai sejak pemerintah resmi mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya telah melancarkan serangan militer untuk "membebaskan" Tripoli bersama dengan para suku dari Libya barat.
Perdana Menteri resmi Libya, Abdullah al-Thinni, bekerja dengan kabinetnya dari wilayah timur sejak kehilangan kendali atas Tripoli pada Agustus tahun lalu, mengatakan kepada televisi al-Arabiya pasukannya hanya berada 24 km di sebelah barat dari Tripoli.
Dia mengatakan situasi di Yaman, saat pesawat tempur dari Arab Saudi dan sekutu Arab menyerang gerilyawan Muslim Syiah yang mencoba menggulingkan Presiden Yaman, sebanding dengan Libya.
"Tapi masyarakat internasional belum menyadari bahwa kami sudah meminta intervensi militer dari awal,” kata dia.
Masing-masing pihak saling menyerang satu sama lain dengan pesawat tempur. Pada September, sebuah roket Grad menghantam tangki penyimpanan kilang yang menghasilkan 120 ribu barel per hari di Zawiya, yang memasok bahan bakar bagi Tripoli dan Libya barat. (stu)