Semangat yang sudah menggelora dengan yel-yel, kibar bendera, dan acungan angklung terpaksa sedikit padam lantaran proses penghitungan peserta tersendat.
"Proses penghitungan tersendat. Sekarang kita akan lakukan proses hitung manual dengan berbaris," ujar salah satu panitia dari atas panggung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang cinta Bandung mana suaranya? Tahan dulu. Panas mah biasa. Tolong semangati teman-teman di depan! Bandung! Juara! Anda adalah pelaku sejarah," katanya.
Kang Emil, demikian sapaan akrab Ridwan, lantas mengatur barisan dengan nada santai. "Ayo semua perhatikan bahu di depannya. Kalau ada teman yang hilang diperhatikan. Kalau mantan (pacar) yang hilang, biarkan," tuturnya disambut gelak tawa warga.
Proses perhitungan berangsur berjalan lancar. Kini, pihak Guiness Book of Records sedang melakukan penghitungan. Setelah itu, para relawan baru akan memulai aksi massal ini.
"Bandung! Ayo gemakan suara angklung kita ke langit Bandung! Ke langit dunia!" seru Emil. (stu)