Dukungan terhadap Abe berkurang hingga 32 persen, turun tiga angka dari jajak pendapat sebelumnya. Ini adalah angka terendah sejak Abe kembali menjabat pada Desember 2012. Ditengarai penyebabnya karena kekhawatiran pemilih atas pergeseran kebijakan keamanan yang akan mengakhiri larangan pertempuran militer Jepang di luar negeri. Jika jadi, maka tentara Jepang akan bertempur kembali untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia Kedua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, 57 persen responden survey tersebut menentang pengoperasian kembali reaktor nuklir oleh Electric Power Co di Sendai yang dijadwalkan Selasa.
Ketidaksetujuan akan rencana Abe lebih tinggi di kalangan perempuan dibandingkan pria. Hanya sekitar 26 persen wanita mendukung pemerintahan Abe, dibandingkan 40 persen pria.
Walau demikian, partai oposisi Jepang tidak mendapat keuntungan dari anjloknya dukungan terhadap Abe. Dukungan untuk Partai Liberal Demokrat (LDP) tetap berada di 28 persen, dan partai oposisi utama, Demokrat, hanya mendapat 9 persen dukungan. (stu)