Produsen Flaperon Tak Yakin Puing di Reunion Bagian MH370

CNN, CNN Indonesia | Selasa, 01/09/2015 14:45 WIB
Produsen Flaperon Tak Yakin Puing di Reunion Bagian MH370 Perusahaan Spanyol yang membuat bagian dari flaperon yang ditemukan di Pulau Reunion tak bisa memastikan bahwa puing berasal dari pesawat MH370 yang hilang. (Reuters/Zinfos974/Prisca Bigot)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim penyelidik kemungkinan menemui jalan buntu untuk memastikan apakah puing pesawat yang ditemukan di Samudera Hindia berasal dari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang pada Maret 2014.

Beberapa minggu lalu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan bahwa puing yang ditemukan di Pulau Reunion adalah dari MH370, yang menghilang dengan 239 orang di dalamnya. Sementara para penyelidik dari Perancis mengatakan ada “praduga kuat” bahwa puing flaperon tersebut adalah bagian dari MH370, namun diperlukan pengujian lebih lanjut untuk memastikannya.

Sumber CNN yang dekat dengan penyelidikan mengatakan bahwa perusahaan Spanyol telah mengatakan kepada para penyelidik Perancis bahwa mereka tidak bisa memastikan bahwa flaperon itu berasal dari MH370. Flaperon itu benar berasal dari Boeing 777, dan MH370 adalah Boeing 777, namun perusahaan itu tidak bisa memastikan secara absolut bahwa flaperon itu berasal dari pesawat yang hilang tersebut.


Perusahaan Spanyol itu memproduksi bagian dari flaperon tersebut. Penyelidik ​​berharap bisa mencocokkan nomor dari puing yang ditemukan di Pulau Reunion dengan catatan dari perusahaan Spanyol, agar bisa mengkonfirmasi bahwa flaperon itu benar dari MH370, namun ternyata itu tak mungkin bisa dilakukan.

Meski begitu, tak berarti pula bahwa flaperon itu bukan bagian MH370, hanya saja kepastian 100 persen belum bisa diberikan.

Pada dini hari 8 Maret, 2014, MH370 lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia dan menuju ke Beijing, membawa 239 penumpang dan awak kapal.

Pada 01.19, saat Boeing 777-200ER itu terbang di atas Laut China Selatan, kontrol udara Malaysia mengontak awak pesawat untuk menghubungi pengendali di Kota Ho Chi Minh untuk penerbangan selanjutnya melalui wilayah udara Vietnam.

Kru menerima pesan itu dan kalimat yang terakhir terdengar dari MH370 adalah, “Good night Malaysia 3-7-0.“

Tak lama kemudian, pihak kontrol udara di Malaysia kehilangan kontak dengan pesawat itu di suatu tempat di atas laut antara Malaysia dan Vietnam.

Transponder pesawat, yang mengidentifikasi pesawat dan memberi rincian seperti ketinggian dan kecepatan, berhenti bertransmisi. MH370 hilang tanpa jejak.

Pihak berwenang Malaysia kemudian mengungkapkan bahwa radar militer melacak pesawat itu kembali ke barat dan terbang melintasi Semenanjung Malaysia, hingga Selat Malaka, sebelum terbang keluar dari jangkauan radar pada pukul 02.14 lalu kembali menghilang. (stu)